7 Faktor Penentu Biaya Pekerjaan Tiang Pancang pada Proyek Bangunan

Rumahmaterial.com - Pondasi tiang pancang merupakan salah satu tipe pondasi yang banyak digunakan terutama untuk pembangunan gedung bertingkat. 

Tetapi tidak menutup kemungkinan penggunaan pondasi tiang pancang untuk bangunan rumah tinggal jika memang diperlukan, tergantung dari kondisi tanahnya.

Simak juga artikel rumahmaterial.com sebelumnya tentang Mengenal Pondasi Tiang Pancang Sistem Jack In Pile Yang Ramah Lingkungan.

Dalam perhitungan biaya pondasi tiang pancang ada beberapa komponen utama biaya pondasi tiang pancang yang menjadi perhatian khusus, antara lain :

1. Kondisi Lokasi Eksisting

Ada beberapa hal yang dapat membuat kita mengeluarkan biaya tambahan untuk pelaksanaan pekerjaan pondasi tiang pancang, salah satunya adalah kondisi lokasi eksisting yang akan dipancang.

Misalnya terdapat lantai plat beton eksisting bekas bangunan lama, tentunya harus dibongkar terlebih dahulu sebelum bisa dilakukan pekerjaan pemancangan tiang pancang

2. Mobilisasi dan Demobilisasi Alat Pancang

Biaya untuk mendatangkan alat pancang ke lapangan dan memulangkan kembali alat pancang setelah selesai pekerjaan. Simak juga: Apa Saja Faktor Yang Mempengaruhi Biaya Mobilisasi Alat Pancang?

Biasanya lumayan besar karena selain biaya sewa truck trailer, upah tenaga operator dan BBM umtuk transportasi, perlu memperhitungkan juga biaya koordinasi dengan aparat keamanan dan koordinasi lingkungan setempat.

Pondasi tiang Pancang
Pondasi tiang Pancang

3. Material Tiang Pancang

Data yang kita perlukan untuk meminta penawaran dari kontraktor spesialis pancang antara lain :
Bagaimana penulangan besinya?
Umumnya Tiang pancang diproduksi dengan panjang 6 m dan 12 m. Pemilihan panjang material tiang pancang akan mempertimbangkan kedalaman rencana tiang pancang dan kemudahan dalam pengiriman materialnya. 

Misalnya untuk area yang padat dan jalan yang kurang lebar rasanya sulit untuk pengiriman material tiang pancang 12 m.

4. Jasa Pemancangan Tiang Pancang

Pertama ditentukan dulu apakah menggunakan sistem pukul (drop hammer / diesel hammer) atau menggunakan sistem tekan dengan menggunakan alat pancang HSPD

Yang jadi pertimbangan adalah harga dan kondisi lingkungan setempat. Sistem pukul biayanya lebih murah tetapi menimbulkan kebisingan dan getaran terhadap lingkungan sekitar. 

Sedangkan sistem tekan lebih mahal tetapi menimbulkan gangguan yang minimal terhadap lingkungan karena relatif tidak menimbulkan getaran dan kebisingan.

5. Penyambungan Tiang Pancang

Selain itu kita harus menentukan kombinasi panjang material per segmen dan total kedalaman tiang pancang yang meminimalisir jumlah sambungan. 

Misal : kita mempunyai desain kedalaman pancang 18 m maka akan lebih ekonomis memakai kombinasi material pancang 12 m + 6 m (1 sambungan) dari pada 6 m + 6 m + 6 m (2 sambungan). 
Tetapi kita juga harus memperhitungkan apakah bisa dilakukan pengiriman material sepanjang 12 m seperti kita bahas di atas.

6. Biaya Pengujian Tiang Pancang PDA Test

Setelah dilakukan pemancangan kita perlu melakukan PDA Test tiang pancang sebagai bagian dari proses pengendalian mutu.Berapa biaya untuk PDA test sangat dipengaruhi oleh jumlah titik pancang yang dilakukan pengujian, lokasi proyek,  dan apakah sudah tersedia hammer untuk pengujian di lapangan.

7. Biaya Idle Alat Pancang

Yang mungkin sering dilupakan adalah biaya idle / standby alat pancang dan operator, karena tidak semua proyek ada biaya ini dan memang merupakan biaya tak terduga.

Biaya ini akan dikenakan oleh kontraktor spesialis pekerjaan pancang jika proses pelaksanaan pekerjaan pemancangan terhenti sehingga alat pancang dan operator menganggur setelah beberapa hari. 

Demikian ulasan rumahmaterial.com tentang Komponen Utama Biaya Pekerjaan Tiang Pancang, semoga bermanfaat...!

Posting Komentar untuk "7 Faktor Penentu Biaya Pekerjaan Tiang Pancang pada Proyek Bangunan"