Mengapa Rangka Atap Baja Ringan Bisa Ambruk? Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya

Atap Baja Ringan Ambruk

Rumahmaterial.com - Rangka atap baja ringan semakin populer sebagai pilihan rangka atap rumah, ruko, gudang, maupun bangunan komersial. Material ini ringan, kuat, anti karat, dan pemasangannya cepat. 

Namun, meskipun punya banyak kelebihan, kasus rangka atap baja ringan ambruk masih sering terjadi di lapangan—bahkan pada bangunan baru sekalipun.

Kenapa bisa begitu? Silahkan simak penjelasan di artikel ini yang akan mengupas tuntas penyebab, risiko, hingga cara pencegahannya.

Sekilas Tentang Baja Ringan dan Sistem Rangka Atap

Baja ringan biasanya terbuat dari Galvalume (Al-Zn) dengan grade mutu seperti G300, G450, atau G550. Mutu ini merepresentasikan kekuatan tarik baja (tensile strength).

Keunggulannya:

  • Ringan namun kuat
  • Anti karat
  • Fleksibel pembentukan
  • Pemasangan cepat
  • Cocok untuk rumah tinggal dan bangunan kecil-menengah

Namun sistem atap baja ringan berbasis profil tipis (hanya 0,25–1 mm), sehingga kekuatan utamanya sangat bergantung pada desain, sambungan, dan bracing.

Inilah yang membuatnya rawan ambruk bila terjadi kesalahan teknis sekecil apa pun.

Penyebab Utama Atap Baja Ringan Bisa Ambruk

Berikut adalah penyebab paling umum yang sering ditemukan di lapangan.

1. Desain Struktur yang Tidak Sesuai Perhitungan Teknik

Ini adalah penyebab nomor satu. Sistem rangka baja ringan wajib menggunakan perhitungan teknik yang mencakup:

  • Beban mati (genteng, plafon, rangka)
  • Beban hidup (pekerja saat pemasangan)
  • Beban angin (uplift)
  • Beban gempa

Kesalahan yang sering terjadi:

  • Menggunakan jarak kuda-kuda terlalu lebar
  • Memakai bentang atap panjang tanpa perkuatan bracing
  • Tidak memperhitungkan momen puntir pada kuda-kuda
  • Mengabaikan beban angin yang kuat di daerah pesisir atau daerah terbuka

Akibatnya, struktur bekerja di luar batas aman → terjadi buckling (melenting) → ambruk.

2. Material Baja Ringan Tidak Standar SNI

Banyak produk murah di pasaran memiliki mutu rendah:

  • Ketebalan tidak sesuai (misal tertulis 0.75 mm, tapi aktual hanya 0.55–0.60 mm)
  • Mutu baja rendah (G250/G300) digunakan untuk bentang yang seharusnya memakai mutu baja G550
  • Lapisan coating sangat tipis sehingga mudah korosi
  • Profil tidak presisi sehingga tidak kaku

Material berkualitas buruk membuat kuda-kuda mudah melendut, patah pada sambungan, terpelintir saat menerima beban angin

3. Kesalahan Pemasangan dan Instalasi

Walaupun desain bagus, pemasangan yang salah bisa membuat struktur gagal total. Kesalahan pemasangan yang sering ditemukan:

  • Kuda-kuda tidak tegak lurus 
  • Reng dipasang tidak rata
  • Sambungan tidak presisi
  • Bracing tidak terpasang atau dipasang asal-asalan
  • Tidak ada lisplank pengunci
  • Skrup tidak masuk sempurna (sering terjadi pada pemasang baru)
  • Pemasangan tidak mengikuti SOP pabrik

Kesalahan kecil seperti 1 bracing hilang saja dapat mengurangi kekuatan sistem hingga 30–40%.

4. Sistem Sambungan yang Lemah

Pada baja ringan, sambungan sangat krusial. Mayoritas kegagalan terjadi pada titik sambungan. Kesalahan umum:

  • Jumlah sekrup kurang
  • Penggunaan sekrup kualitas rendah
  • Sekrup tidak lurus atau tidak mengunci sempurna
  • Penggunaan rivets yang tidak dianjurkan
  • Sambungan overcut sehingga melemahkan profil

Sambungan yang lemah membuat kuda-kuda rontok seperti domino ketika salah satu titik gagal.

5. Penambahan Beban yang Tidak Diperhitungkan

Karena ringan, banyak orang lupa bahwa rangka baja ringan tidak boleh menahan beban berlebih. Beban tambahan yang sering menyebabkan ambruk:

  • Pemasangan panel surya tanpa perhitungan ulang
  • AC cassette yang digantung di rangka atap
  • Water heater tabung besar
  • Kanopi tambahan yang diikat ke rangka atap utama
  • Lampu gantung yang berat
  • Talang baja atau atap yang sangat berat

Jika beban tidak dihitung ulang, rangka bisa melendut dan patah.

6. Cuaca Ekstrem: Angin Kencang dan Puting Beliung

Atap baja ringan bisa ambruk bila:

  • Tidak ada angkur pengikat kuda-kuda ke ring balok
  • Lisplank tidak terkunci kuat
  • Rangka terlalu ringan
  • Reng terlalu jarang

Ketika beban uplift angin naik, atap dapat:

  • Terangkat sebagian
  • Rangka kehilangan stabilitas
  • Kuda-kuda rontok ke dalam

Kasus seperti ini sering terjadi di daerah pantai, sawah terbuka, atau area tanpa penghalang angin.

7. Minimnya Pengawasan Konsultan / Mandor

Penyebab lain yang sangat umum:

  1. Proyek tidak diawasi tenaga ahli
  2. Pemasang asal jadi
  3. Material dipilih karena “yang paling murah”
  4. Tidak ada pengecekan tegak lurus kuda-kuda
  5. Tidak ada quality control sambungan

Sistem rangka baja ringan sangat sensitif terhadap pemasangan. Tanpa pengawasan, risiko keruntuhan meningkat drastis.

Tanda-Tanda Atap Baja Ringan Mulai Bermasalah

Sebelum ambruk, biasanya muncul beberapa gejala awal:

  1. Rangka terlihat melendut. Biasanya di tengah bentang.
  2. Sambungan skrup mulai kendor. Sering muncul bunyi “tek-tek” saat angin kencang.
  3. Profil tampak terpelintir. Terjadi pada top-chord atau bottom-chord.
  4. Genteng terasa goyang. Reng tidak stabil karena bracing lemah.
  5. Ada bagian rangka yang mulai berkarat. Tanda lapisan pelindung tipis atau kualitas material buruk.

Jika salah satu tanda ini muncul, segera lakukan inspeksi.

Cara Mencegah Atap Baja Ringan Ambruk

Berikut cara yang direkomendasikan oleh tenaga profesional:

1. Gunakan material standar minimal G550

Untuk bentang sedang–besar, gunakan:

  • Mutu baja: G550 
  • Ketebalan: 0,75 mm ke atas untuk top-chord
  • Coating: AZ100 atau AZ150

Jangan tergoda produk tidak jelas dengan harga murah.

2. Mintalah gambar desain & perhitungan beban

Desain wajib mencakup:

  • Jarak kuda-kuda
  • Dimensi profil
  • Sistem bracing
  • Detail sambungan
  • Detail ikatan ke ring balok

Bukan hanya “kira-kira”.

3. Pastikan pemasangan mengikuti SOP teknis

Checklist QC saat pemasangan:

  • Kuda-kuda harus benar-benar tegak lurus
  • Bracing lengkap (X-bracing & L-bracing)
  • Sekrup terpasang minimal 2–3 titik per sambungan
  • Lisplank harus mengunci rangka

4. Jangan menambah beban sembarangan

Jika ingin menambah:

  • Panel surya
  • Water heater
  • AC gantung
  • Kanopi tambahan

Pastikan struktur dihitung ulang oleh ahlinya.

5. Lakukan inspeksi berkala

Idealnya setiap:

  • 6 bulan (untuk rumah dekat pantai / iklim ekstrem)
  • 1 tahun (rumah biasa)

Periksa: apakah ada lendutan dan korosi, kondisi sambungan sekrup dan stabilitas bracing.

Kesimpulan

Atap baja ringan sebenarnya sangat aman asal dipasang dengan benar. Keruntuhan hampir selalu disebabkan oleh:

  • Material berkualitas jelek / tidak sesuai standar
  • Desain tidak sesuai standar teknik
  • Sambungan lemah
  • Pemasangan asal-asalan
  • Beban berlebih
  • Tidak memperhitungkan angin

Dengan pemilihan material yang tepat, desain terukur, serta pemasangan sesuai SOP, atap baja ringan bisa bertahan lebih dari 25–30 tahun.

Posting Komentar untuk "Mengapa Rangka Atap Baja Ringan Bisa Ambruk? Penyebab, Risiko, dan Cara Mencegahnya"