Temporary Road Access: Jalan Kerja yang Wajib Ada dalam Proyek Konstruksi

Jalan kerja sementara proyek konstruksi

Rumahmaterial.com - Dalam setiap proyek konstruksi, akses jalan adalah salah satu komponen penting pekerjaan persiapan yang sering kali dianggap sepele padahal punya pengaruh besar terhadap kelancaran pekerjaan. 

Salah satu bentuk akses jalan yang umum digunakan adalah temporary road access atau yang sering disebut juga sebagai jalan kerja sementara.

Jalan kerja ini biasanya dibangun sebelum konstruksi utama dimulai, khususnya di proyek berskala besar seperti pembangunan gedung bertingkat, jalan raya, jembatan, maupun proyek infrastruktur lainnya.

Lalu, apa sebenarnya fungsi jalan kerja ini, bagaimana cara pembuatannya, dan kenapa perannya begitu vital? Mari kita bahas lebih dalam.

Apa Itu Temporary Road Access?

Temporary road access adalah jalan sementara yang dibuat khusus untuk mendukung mobilitas alat berat, kendaraan proyek, serta pekerja selama proses konstruksi berlangsung.

Jenis jalan ini biasanya tidak permanen, dibuat dengan material sederhana seperti:

  • Tanah urug yang dipadatkan, murah, tapi kurang kuat bila musim hujan.
  • Batu kali atau sirtu (pasir batu), cukup kuat untuk kendaraan berat, relatif mudah dipasang
  • Lapis base course (agregat), material standar untuk jalan yang lebih kokoh.
  • Plat baja (steel plate) pada area yang rawan amblas dan di area yang sangat rawan becek atau berlumpur.

Karena sifatnya sementara, setelah proyek selesai jalan ini bisa dibongkar atau bahkan ditinggalkan bila masih bermanfaat bagi masyarakat sekitar.

Fungsi Utama Temporary Road Access

Keberadaan jalan kerja sementara punya banyak fungsi yang mendukung kelancaran proyek. Beberapa di antaranya:

1. Memperlancar Mobilitas Material dan Alat Berat

Dalam proyek konstruksi, ada banyak material yang harus diangkut—mulai dari semen, pasir, besi, hingga beton readymix. 

Tanpa jalan kerja yang memadai, distribusi material akan terhambat.

Bayangkan bila mixer truck atau excavator harus melewati tanah becek yang tidak dipadatkan. Bisa dipastikan kendaraan akan mudah terjebak, pekerjaan jadi terganggu, dan waktu pelaksanaan proyek pun terlambat.

2. Menjamin Keselamatan Kerja

Akses jalan yang buruk bukan hanya memperlambat pekerjaan, tapi juga meningkatkan risiko kecelakaan. Jalan yang becek, licin, atau berlubang bisa menyebabkan kendaraan terguling atau pekerja terjatuh.

Dengan adanya jalan kerja yang stabil, risiko kecelakaan bisa diminimalisir.

3. Mengurangi Kerusakan Lingkungan Sekitar

Jika tidak ada jalur khusus, kendaraan proyek bisa merusak area sekitar seperti kebun warga, saluran air, atau jalan umum. Dengan membangun temporary road access, jalur kendaraan jadi lebih teratur dan dampak negatif terhadap lingkungan bisa diminimalkan.

4. Efisiensi Waktu dan Biaya

Keterlambatan distribusi material akibat akses jalan yang buruk bisa berdampak langsung pada biaya pelaksanaan proyek. 

Misalnya, beton readymix yang telat tiba di lokasi bisa membuat mutu beton menurun. Dengan jalan kerja yang baik, waktu distribusi lebih efisien dan biaya operasional bisa ditekan.

Tahapan Pembuatan Temporary Road Access

Membangun jalan kerja tidak bisa asal dibuat, ada beberapa tahapan penting agar jalan bisa berfungsi optimal:

1. Survei Lokasi

Sebelum membangun jalan, kontraktor perlu melakukan survei untuk menentukan jalur yang paling efektif. Jalur harus memperhatikan:

  • Kondisi tanah
  • Akses keluar masuk material
  • Area kerja utama (pondasi, area casting, dsb.)
  • Titik keluar masuk alat berat

2. Pembersihan Lahan (Clearing and Grubbing)

Tahap ini meliputi pembersihan vegetasi, pohon, atau puing sisa bangunan lama yang menghalangi jalur akses kendaraan.

3. Pemadatan Tanah Dasar

Tanah dasar yang sudah dibersihkan perlu dipadatkan menggunakan roller compactor agar tidak mudah ambles saat dilalui kendaraan berat.

4. Pemasangan Material Jalan

Setelah tanah dasar padat, lapisan jalan bisa dipasang. Umumnya menggunakan:

  • Sirtu atau base course setebal 15–30 cm
  • Batu kali pada area rawan becek
  • Steel plate untuk jalan yang harus menahan beban sangat berat

5. Drainase Sementara

Jangan lupa, jalan kerja butuh drainase agar tidak tergenang air hujan. Saluran kecil di sisi jalan bisa membantu mencegah genangan.

Tantangan dalam Pembuatan Jalan Kerja

Walaupun terlihat sederhana, ada beberapa tantangan dalam membangun jalan kerja proyek, antara lain:

  • Kondisi tanah yang lunak – sulit dipadatkan dan mudah amblas.
  • Curah hujan tinggi – menyebabkan jalan cepat rusak.
  • Keterbatasan lahan – terutama di area perkotaan yang padat.
  • Biaya tambahan – meskipun sifatnya sementara, biaya jalan kerja kadang cukup besar.

Untuk mengatasi hal ini, biasanya kontraktor menggunakan kombinasi material (misalnya base course ditambah steel plate) dan memperhatikan perawatan jalan secara rutin.

Perawatan Temporary Road Access

Jalan kerja tidak cukup hanya dibangun, tapi juga perlu maintenance rutin, terutama di proyek yang berlangsung lebih dari 6 bulan. Beberapa langkah perawatan antara lain:

  • Menambah material urug jika jalan mulai berlubang.
  • Memadatkan ulang bila tanah mulai bergelombang.
  • Membersihkan drainase agar tidak terjadi banjir.
  • Mengganti steel plate yang aus dan memperbaiki posisi steel plate yang bergeser.

Manfaat Jangka Panjang Jalan Kerja Proyek

Walau sifatnya sementara, jalan kerja kadang memberi manfaat lebih luas:

  • Bisa dimanfaatkan masyarakat sekitar setelah proyek selesai.
  • Menjadi akses permanen bila kualitasnya cukup baik.
  • Mengurangi konflik dengan warga karena kendaraan proyek tidak merusak jalan umum.

Contoh Kasus : Temporary Road Access pada Proyek Pembangunan Gedung

Untuk memberi gambaran yang lebih jelas, mari kita lihat contoh nyata pada proyek pembangunan gedung bertingkat di area perkotaan.

Kondisi Proyek

Sebuah kontraktor sedang mengerjakan proyek pembangunan apartemen 25 lantai di tengah kota. Kondisi lahan yang digunakan cukup terbatas, karena hanya memiliki akses utama dari jalan umum yang sempit. 

Kendaraan proyek seperti mixer truck, dump truck, hingga mobile crane harus keluar masuk hampir setiap hari untuk memasok material.

Jika tidak dibuat jalan kerja khusus, ada beberapa risiko besar yang bisa muncul:

  • Jalan umum cepat rusak akibat beban kendaraan berat.
  • Kemacetan lalu lintas karena truk sering terjebak di jalan becek.
  • Keselamatan warga sekitar terancam, terutama pejalan kaki yang melintas.

Solusi yang Diterapkan

Kontraktor akhirnya membangun temporary road access di dalam area proyek. Beberapa langkah yang mereka lakukan:

  1. Membuat jalur khusus kendaraan proyek dengan lapisan base course setebal 25 cm agar kuat menahan mixer truck yang beratnya bisa mencapai 20 ton.
  2. Menggunakan steel plate (plat baja) di area pintu masuk proyek, karena titik ini paling rawan becek akibat keluar-masuk kendaraan setiap hari.
  3. Menyediakan drainase sementara di sisi jalan kerja agar tidak ada genangan air saat hujan.
  4. Membuat pembatas jalan (barrier) untuk memisahkan jalur kendaraan proyek dan jalur pejalan kaki, sehingga keselamatan pekerja dan warga tetap terjaga.

Hasilnya

Dengan adanya jalan kerja ini, distribusi material berlangsung lancar. Mixer truck bisa langsung masuk ke area pengecoran tanpa harus menunggu lama, bahkan saat hujan deras pun jalan tetap bisa digunakan.

Selain itu, hubungan dengan masyarakat sekitar juga lebih baik karena jalan umum tidak rusak parah akibat aktivitas proyek. Setelah proyek selesai, sebagian jalur kerja bahkan dijadikan akses permanen ke area parkir gedung.

Dari contoh di atas, bisa kita lihat bahwa temporary road access bukan hanya kebutuhan teknis semata, tetapi juga bagian dari manajemen proyek yang berhubungan langsung dengan efisiensi waktu, biaya, keselamatan kerja, hingga hubungan dengan masyarakat sekitar.

Membangun jalan kerja mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya sangat besar dalam mendukung kelancaran proyek konstruksi, terutama pembangunan gedung di kawasan padat kota.

Kesimpulan

Temporary road access atau jalan kerja proyek konstruksi adalah elemen kecil yang sering terabaikan, padahal dampaknya sangat besar bagi kelancaran pekerjaan.

Dengan perencanaan yang tepat, pemilihan material yang sesuai, serta maintenance / perawatan yang rutin, jalan kerja bisa memperlancar distribusi material, menjaga keselamatan, dan menghemat biaya pelaksanaan proyek.

Jadi, meskipun bersifat sementara, jangan pernah meremehkan pentingnya jalan kerja dalam proyek konstruksi. Bisa dibilang, tanpa akses jalan yang baik, proyek sehebat apapun bisa terganggu di tengah jalan.

Posting Komentar untuk "Temporary Road Access: Jalan Kerja yang Wajib Ada dalam Proyek Konstruksi"