Floor Drain: Fungsi, Ukuran, Jenis dan Cara Pemasangan yang Benar
Rumahmaterial.com – Floor drain mungkin terlihat seperti komponen kecil pada kamar mandi. Bentuknya sederhana, biasanya berupa penutup berlubang yang dipasang pada lantai, tetapi keberadaannya sangat penting untuk mengatur pembuangan air dari permukaan lantai.
Floor drain yang dipasang dengan posisi atau elevasi yang kurang tepat bisa menyebabkan air menggenang.
Masalahnya tidak berhenti di situ. Jika detail sambungan antara floor drain, waterproofing, dan pipa pembuangan tidak dikerjakan dengan baik, area kamar mandi juga berpotensi mengalami kebocoran.
Karena itu, memilih floor drain sebaiknya tidak hanya berdasarkan model atau tampilannya. Ukuran, posisi, kapasitas pembuangan, detail sambungan dan kemudahan perawatan juga perlu diperhatikan.
Apa Itu Floor Drain?
Floor drain adalah lubang pembuangan yang dipasang pada permukaan lantai untuk mengalirkan air menuju sistem pembuangan.
Komponen ini banyak digunakan pada:
- kamar mandi;
- toilet;
- area shower;
- ruang cuci;
- balkon;
- area servis;
- ruang yang membutuhkan pembuangan air di lantai.
Pada dasarnya floor drain terdiri dari bagian penutup atau grating dan bagian body yang terhubung dengan pipa pembuangan.
Air yang berada di permukaan lantai diarahkan menuju floor drain melalui kemiringan lantai. Selanjutnya air masuk ke pipa dan diteruskan menuju sistem drainase.
Jadi, floor drain bukan sekadar lubang pada lantai, tetapi merupakan bagian dari sistem plumbing bangunan.
Fungsi Floor Drain
Fungsi utama floor drain adalah membuang air dari permukaan lantai. Namun dalam pekerjaan bangunan, fungsi tersebut berkaitan dengan beberapa hal lain.
1. Membuang Air dari Permukaan Lantai
Floor drain menjadi titik pengumpulan air sebelum dialirkan ke pipa pembuangan. Karena itu lantai area basah harus mempunyai kemiringan yang mengarahkan air menuju floor drain.
2. Mengurangi Risiko Genangan
Floor drain yang ditempatkan pada titik rendah membantu mencegah air tertahan di permukaan lantai. Hal ini penting terutama pada kamar mandi dan area shower yang setiap hari terkena air.
3. Memudahkan Perawatan Sistem Pembuangan
Floor drain juga menjadi salah satu titik akses untuk pemeriksaan dan pembersihan apabila terjadi masalah pada saluran.
Karena itu, jangan hanya mempertimbangkan penampilannya. Kemudahan membuka dan membersihkan bagian drain juga perlu diperhatikan.
4. Menjadi Bagian dari Sistem Waterproofing
Pada kamar mandi, detail pertemuan floor drain dengan lapisan waterproofing merupakan bagian yang cukup kritis.
Jika waterproofing hanya dikerjakan pada permukaan lantai tanpa memperhatikan detail di sekitar floor drain, air dapat mencari jalan melalui celah sambungan.
Ukuran Floor Drain yang Umum
Ukuran floor drain sangat beragam tergantung kebutuhan dan jenis produknya. Ukuran yang sering ditemukan antara lain:
- 10 × 10 cm;
- 15 × 15 cm;
- 20 × 20 cm;
Kapasitas pembuangan harus disesuaikan dengan jumlah air yang masuk dan diameter pipa pembuangan.
Floor drain yang besar tidak otomatis membuat pembuangan lebih cepat apabila kapasitas pipa di bawahnya tetap kecil atau terdapat hambatan pada saluran.
Jenis-Jenis Floor Drain
Floor drain tersedia dalam berbagai bentuk dan material.
1. Floor Drain Stainless Steel
Jenis ini banyak digunakan pada kamar mandi karena tampilannya relatif rapi dan tahan terhadap lingkungan yang lembap. Stainless steel juga mudah dipadukan dengan berbagai jenis finishing lantai.
2. Floor Drain Kuningan
Floor drain berbahan kuningan biasanya memiliki tampilan yang lebih dekoratif dan dapat digunakan pada proyek yang memperhatikan detail interior.
3. Floor Drain Plastik
Jenis plastik umumnya lebih ekonomis dan cukup banyak digunakan untuk kebutuhan rumah tinggal. Pemilihannya tetap perlu memperhatikan kualitas material dan konstruksi produknya.
4. Floor Drain dengan Saringan
Saringan membantu menahan kotoran berukuran lebih besar agar tidak langsung masuk ke pipa. Namun saringan juga harus dibersihkan secara berkala karena rambut, sabun dan kotoran dapat menumpuk dan mengurangi aliran air.
5. Floor Drain dengan Trap
Beberapa floor drain dilengkapi mekanisme trap untuk membantu mencegah bau dari saluran pembuangan masuk kembali ke ruangan.
Untuk area toilet dan kamar mandi, aspek ini cukup penting karena saluran yang terhubung dengan sistem pembuangan dapat menjadi sumber bau apabila detail trap tidak diperhatikan.
Bagaimana Menentukan Posisi Floor Drain?
Posisi floor drain sebaiknya ditentukan sebelum pekerjaan lantai selesai, bukan setelah keramik terpasang. Idealnya posisi floor drain sudah diperhitungkan ketika menentukan:
- elevasi lantai;
- kemiringan lantai;
- jalur pipa;
- posisi sanitary;
- waterproofing;
- pola pemasangan keramik.
Pada kamar mandi, floor drain umumnya ditempatkan pada area yang memungkinkan air dari seluruh permukaan lantai mengalir ke titik tersebut.
Untuk area shower, posisi drain juga perlu mempertimbangkan arah jatuhnya air.
Untuk satu unit kamar mandi / toilet pada bangunan rumah tinggal minimal menggunakan satu buah floor drain. Simak juga artikel tentang Membuat BQ Item Pekerjaan Sanitary.
Tetapi untuk toilet umum yang pada area publik seperti gedung perkantoran maupun mall mungkin bisa dipasang satu floor drain untuk dua unit toilet.
Karena pada toilet umum tersebut biasanya toiletnya terbagi menjadi banyak unit toilet yang dipisahkan dengan partisi cubicle toilet.
Kemiringan Lantai ke Arah Floor Drain
Ini merupakan salah satu bagian yang sering dianggap sepele. Floor drain tidak akan bekerja secara optimal apabila permukaan lantai terlalu datar. Air harus mempunyai jalur untuk mengalir menuju drain.
Kemiringan yang digunakan harus disesuaikan dengan desain dan kondisi lapangan. Sebagai gambaran, lantai area kamar mandi sering dibuat dengan kemiringan sekitar 1–2% menuju floor drain. Artinya, pada jarak 1 meter, perbedaan elevasi dapat berada di kisaran 10–20 mm.
Namun angka tersebut bukan berarti harus diterapkan secara otomatis pada semua kondisi. Kemiringan perlu disesuaikan dengan ukuran ruangan, posisi drain, jenis finishing, dan kebutuhan pembuangan air.
Yang paling penting adalah memastikan tidak terdapat titik cekung yang menyebabkan air tertahan.
Cara Pemasangan Floor Drain
Pemasangan floor drain harus dilakukan dengan memperhatikan hubungan antara lantai, waterproofing dan pipa. Secara umum tahapannya dapat berupa:
1. Tentukan Posisi Drain
Tentukan lokasi floor drain berdasarkan layout kamar mandi dan arah kemiringan lantai.
2. Siapkan Jalur Pipa
Pipa pembuangan dipasang dengan kemiringan yang sesuai menuju jalur pembuangan. Hindari perubahan arah pipa yang terlalu banyak karena dapat meningkatkan potensi hambatan dan menyulitkan maintenance.
3. Pasang Body Floor Drain
Body floor drain harus terhubung dengan pipa secara baik dan posisinya harus stabil. Elevasinya perlu disesuaikan dengan tebal lapisan lantai yang akan dibuat.
4. Kerjakan Waterproofing
Waterproofing harus dikerjakan dengan detail yang baik pada area di sekitar floor drain.
Bagian ini tidak boleh dianggap sebagai sambungan biasa karena floor drain merupakan salah satu titik yang berpotensi menjadi jalur masuk air apabila detailnya buruk.
5. Buat Kemiringan Lantai
Screed atau lapisan pembentuk kemiringan dibuat sehingga air bergerak menuju floor drain.
6. Pasang Finishing Lantai
Keramik atau material finishing dipasang mengikuti elevasi yang telah direncanakan. Permukaan finishing di sekitar floor drain harus dibuat sedemikian rupa sehingga air tidak tertahan.
7. Lakukan Pengujian
Setelah pekerjaan selesai, lakukan pengujian dengan mengalirkan air ke permukaan lantai. Perhatikan apakah seluruh air dapat mengalir menuju floor drain atau masih terdapat genangan.
Hubungan Floor Drain dengan Waterproofing
Pada kamar mandi bertingkat, area floor drain perlu mendapat perhatian khusus. Air dapat masuk melalui:
- celah antara drain dan lantai;
- sambungan waterproofing;
- retakan pada lapisan screed;
- penetrasi pipa;
- sambungan yang tidak kedap.
Karena itu, waterproofing sebaiknya tidak berhenti begitu saja di sekitar floor drain.
Detail waterproofing harus direncanakan bersama detail floor drain.
Inilah salah satu alasan mengapa pekerjaan waterproofing kamar mandi sebaiknya tidak hanya dinilai dari apakah permukaan lantainya sudah dilapisi waterproofing atau belum.
Yang lebih penting adalah bagaimana kontinuitas lapisan tersebut pada titik-titik kritis.
Air di Kamar Mandi Tidak Mengalir ke Floor Drain?
Jika setelah pekerjaan selesai air masih menggenang, beberapa penyebab yang perlu diperiksa antara lain:
- Kemiringan Lantai Tidak Cukup. Permukaan lantai terlalu datar sehingga air tidak mempunyai gaya alir yang cukup menuju drain.
- Posisi Floor Drain Terlalu Tinggi. Jika elevasi drain lebih tinggi daripada titik lantai di sekitarnya, air justru akan tertahan.
- Permukaan Screed Tidak Rata. Screed yang tidak dikerjakan dengan baik dapat membentuk cekungan.
- Floor Drain Tersumbat. Rambut, sabun dan kotoran dapat mengurangi kapasitas aliran.
- Pipa Pembuangan Bermasalah. Sumbatan atau kemiringan pipa yang tidak sesuai juga dapat menyebabkan air mengalir lambat.
Kenapa Floor Drain Bisa Mengeluarkan Bau?
Bau dari floor drain umumnya berkaitan dengan sistem pembuangan. Beberapa kemungkinan penyebabnya antara lain:
- tidak adanya trap yang memadai;
- trap kering;
- saluran kotor;
- endapan pada pipa;
- hubungan dengan sistem pembuangan yang kurang baik;
- ventilasi plumbing yang tidak sesuai.
Karena itu, apabila kamar mandi mulai berbau dari floor drain, jangan langsung mengganti penutupnya. Periksa terlebih dahulu sistem pembuangannya.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Memasang Floor Drain
Beberapa kesalahan yang cukup sering terjadi antara lain:
- Floor Drain Dipasang Setelah Finishing. Posisi drain baru ditentukan setelah keramik terpasang. Akibatnya kemiringan lantai menjadi sulit dibuat dengan baik.
- Tidak Memperhatikan Elevasi. Floor drain dipasang terlalu tinggi sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik.
- Tidak Memperhatikan Waterproofing. Detail waterproofing di sekitar drain tidak dikerjakan dengan baik.
- Hanya Mengandalkan Ukuran Drain. Drain berukuran besar belum tentu menyelesaikan masalah apabila pipa pembuangan kecil atau tersumbat.
- Tidak Melakukan Flood Test. Pekerjaan langsung dianggap selesai tanpa menguji apakah air benar-benar mengalir ke drain dan apakah area waterproofing aman.
Tips Memilih Floor Drain
Sebelum membeli floor drain, beberapa hal berikut bisa menjadi pertimbangan:
- Sesuaikan dengan fungsi ruangan. Kebutuhan kamar mandi rumah tinggal berbeda dengan area servis atau area yang menerima debit air besar.
- Perhatikan ukuran pipa. Pastikan outlet floor drain sesuai dengan sistem pipa yang digunakan.
- Pilih material yang sesuai. Untuk area lembap, gunakan material yang mempunyai ketahanan korosi yang baik.
- Perhatikan sistem saringan. Saringan yang mudah dilepas akan memudahkan pembersihan.
- Pertimbangkan trap. Untuk area yang berpotensi menimbulkan bau, sistem trap perlu diperhatikan.
- Perhatikan detail waterproofing. Pastikan desain produk dan metode pemasangannya memungkinkan sambungan waterproofing dikerjakan dengan baik.
Floor Drain Bukan Sekadar Aksesori Kamar Mandi
Dari luar, floor drain memang terlihat seperti komponen kecil. Namun dalam pekerjaan kamar mandi, komponen ini berhubungan dengan beberapa pekerjaan sekaligus:
plumbing → elevasi lantai → kemiringan → waterproofing → finishing.
Karena itu, pemasangannya sebaiknya direncanakan sejak awal.
Kesalahan beberapa milimeter pada elevasi mungkin terlihat kecil ketika pekerjaan masih berlangsung. Tetapi setelah keramik selesai, kesalahan tersebut bisa menyebabkan air selalu menggenang di sudut tertentu dan cukup sulit diperbaiki tanpa membongkar finishing.
Kesimpulan
Floor drain berfungsi mengalirkan air dari permukaan lantai menuju sistem pembuangan. Pemilihan dan pemasangannya tidak cukup hanya mempertimbangkan ukuran atau desain penutup.
Hal yang perlu diperhatikan meliputi kapasitas pembuangan, ukuran pipa, posisi, elevasi, kemiringan lantai, detail waterproofing dan kemudahan maintenance.
Untuk kamar mandi, pekerjaan floor drain sebaiknya direncanakan bersamaan dengan pekerjaan plumbing dan waterproofing agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.

Posting Komentar untuk "Floor Drain: Fungsi, Ukuran, Jenis dan Cara Pemasangan yang Benar"