Pekerjaan Bongkaran Bangunan: Jenis, Sistem Borongan, Hingga Perhitungan Biayanya
Rumahmaterial.com - Dalam proyek renovasi maupun pembangunan ulang, pekerjaan pembongkaran bangunan menjadi tahap awal yang sangat penting.
Banyak orang menganggap pekerjaan bongkar hanya sekadar merobohkan bagian bangunan lama, padahal kenyataannya proses ini membutuhkan perencanaan, metode kerja yang tepat, hingga perhitungan biaya yang detail.
Kesalahan dalam pekerjaan bongkaran dapat menyebabkan kerusakan pada area yang seharusnya dipertahankan, meningkatkan biaya renovasi, bahkan membahayakan pekerja di lapangan. Karena itu, pekerjaan pembongkaran harus dilakukan secara hati-hati dan profesional.
Selain itu, material bekas bongkaran juga sering menjadi pembahasan penting antara pemilik bangunan dan kontraktor. Tidak sedikit material eksisting yang masih memiliki nilai ekonomis tinggi dan dapat digunakan kembali atau dijual.
Lalu bagaimana sebenarnya sistem pekerjaan bongkaran bangunan? Apa saja jenis pekerjaannya? Bagaimana sistem borongan dan perhitungan biayanya? Berikut pembahasannya secara lengkap.
Apa Itu Pekerjaan Bongkaran Bangunan?
Pekerjaan bongkaran bangunan adalah proses membongkar sebagian atau seluruh elemen bangunan lama sebelum dilakukan renovasi, pembangunan ulang, atau penggantian material tertentu.
Pekerjaan ini bisa berupa:
- Bongkar total bangunan
- Bongkar sebagian area renovasi
- Bongkar dinding
- Bongkar lantai
- Bongkar atap
- Bongkar plafond
- Bongkar instalasi listrik dan plumbing
- Bongkar pintu dan jendela
- Bongkar pagar atau kanopi
Dalam proyek renovasi, biasanya tidak semua bagian bangunan dibongkar. Karena itu diperlukan batas pekerjaan yang jelas agar area yang masih dipertahankan tidak mengalami kerusakan.
Pentingnya Menentukan Batas Area Bongkaran
Salah satu hal paling penting dalam pekerjaan bongkar adalah penentuan area kerja. Hal ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh terhadap biaya dan risiko pekerjaan.
Misalnya pada renovasi rumah, hanya bagian dapur dan ruang belakang yang akan dibongkar. Maka kontraktor harus memastikan:
- Struktur utama yang dipertahankan tetap aman
- Dinding eksisting tidak retak
- Instalasi listrik tidak rusak
- Finishing area lain tetap terlindungi
Jika pembongkaran dilakukan sembarangan, kerusakan bisa merembet ke area lain dan menyebabkan biaya renovasi membengkak.
Karena itu biasanya sebelum pekerjaan dimulai akan dilakukan:
- Survey kondisi eksisting
- Penandaan area bongkar
- Dokumentasi kondisi awal
- Pengamanan area sekitar
- Pemutusan instalasi listrik dan air
Tahapan ini penting terutama untuk proyek renovasi rumah tinggal, kantor, gudang, maupun bangunan komersial.
Material Bekas Bongkaran Harus Jelas Kepemilikannya
Dalam pekerjaan pembongkaran bangunan, status material bekas bongkaran wajib dibahas sejak awal. Hal ini sering menjadi sumber masalah jika tidak dicantumkan secara jelas dalam kontrak kerja.
Secara umum terdapat dua sistem:
1. Material Bekas Menjadi Hak Pemilik
Pada sistem ini, semua hasil bongkaran harus dikumpulkan dan diserahkan kepada pemilik bangunan. Biasanya material yang masih memiliki nilai jual akan dipisahkan seperti misalnya:
- Kusen kayu atau aluminium
- Daun pintu
- Jendela
- Kaca
- Sanitary
- Unit AC
- Kabel listrik
- Besi dan baja
- Genteng
Karena harus dibongkar dengan hati-hati, biaya upah bongkar biasanya menjadi lebih mahal. Kontraktor atau tukang harus menjaga agar material tidak rusak sehingga masih bisa digunakan kembali.
2. Material Bekas Menjadi Hak Pemborong Bongkaran
Pada sistem ini, hasil bongkaran menjadi milik pihak pembongkar. Material dapat langsung dibuang, dijual kembali, atau dimanfaatkan ulang oleh pemborong.
Sistem ini biasanya digunakan untuk:
- Bongkar pagar besi
- Bongkar gudang tua
- Bongkar bangunan kosong
- Bongkar total rumah lama
Bahkan pada beberapa kasus, pemborong spesialis bongkaran bersedia membayar kepada pemilik bangunan karena nilai material bekas dianggap masih cukup tinggi.
Contohnya untuk material besi tua, baja profil, kayu berkualitas, kabel tembaga, unit AC, pompa bekas, dan lain-lain.
Sehingga pemilik bangunan tidak perlu mengeluarkan biaya bongkar dan justru mendapatkan keuntungan dari penjualan material eksisting.
Namun sistem ini lebih cocok untuk pekerjaan bongkar total bukan untuk bongkar sebagian atau renovasi parsial.
Jenis-Jenis Pekerjaan Bongkaran dalam Renovasi
Pada proyek renovasi, pekerjaan bongkar biasanya dihitung berdasarkan jenis item pekerjaan. Setiap item memiliki metode dan harga yang berbeda.
Berikut beberapa jenis pekerjaan bongkaran yang umum ditemukan.
1. Bongkaran Dinding Bata
Pekerjaan ini dilakukan untuk mengubah layout ruangan atau membuka area baru. Perhitungan biasanya menggunakan satuan meter persegi (m2).
Faktor yang mempengaruhi biaya:
- Tebal dinding
- Jenis pasangan
- Tinggi dinding
- Kondisi lokasi
- Kesulitan akses
Bongkaran dinding harus dilakukan hati-hati terutama jika terdapat kolom atau balok struktur di sekitarnya.
2. Bongkaran Partisi
Partisi gypsum, GRC, multipleks, atau partisi aluminium lebih mudah dibongkar dibanding dinding bata. Biaya bongkar partisi umumnya lebih murah karena:
- Material lebih ringan
- Proses lebih cepat
- Tidak menghasilkan puing terlalu banyak
Tetapi jika di partisi ada instalasi listrik atau kaca, pengerjaan harus lebih hati-hati.
3. Bongkaran Plafon
Bongkar plafon juga dihitung per meter persegi. Jenis plafon yang umum dibongkar:
- Plafon gipsum
- Plafon PVC
- Plafon Tripleks
- Plafon GRC
Selain pembongkaran penutup plafon, sering kali rangka hollow atau kayu juga ikut dibongkar. Pekerjaan ini menghasilkan debu cukup banyak sehingga perlu perlindungan area sekitar.
4. Bongkaran Lantai dan Keramik
Bongkar lantai biasanya meliputi:
- Lantai Keramik dan homogeneous tile
- Lantai parket
- Lantai Vinyl
- Lantai batu alam seperti misalnya lantai batu andesit, marmer, dan granit
- Screed beton
Untuk bongkar homogeneous tile atau granit ukuran besar biasanya membutuhkan alat khusus seperti demolition hammer.
5. Bongkaran Atap
Pekerjaan bongkar atap cukup berisiko karena dilakukan di area ketinggian.
Item yang dibongkar dapat meliputi:
- Genteng
- Rangka atap baja ringan
- Rangka kayu
- Talang
- Insulasi atap
Jika material atap masih akan digunakan kembali, proses bongkar harus lebih hati-hati sehingga waktu pengerjaan menjadi lebih lama.
6. Bongkaran Pintu dan Jendela
Pekerjaan ini biasanya dihitung per unit. Biaya bongkar tergantung:
- Ukuran pintu/jendela
- Material
- Kondisi existing
- Tingkat kesulitan
Pintu kayu solid atau kusen aluminium berkualitas biasanya dibongkar secara hati-hati agar tetap bisa digunakan kembali.
Sistem Borongan dalam Pekerjaan Bongkaran
Secara umum terdapat dua sistem pembayaran pekerjaan bongkaran.
1. Borongan Total
Pada sistem ini seluruh pekerjaan bongkar dihitung dalam satu nilai paket. Biasanya digunakan untuk:
- Bongkar rumah total
- Bongkar gudang
- Bongkar bangunan lama
- Pembongkaran skala besar
Keuntungan sistem ini:
- Biaya lebih pasti
- Mudah dalam pengawasan
- Tidak perlu hitung detail item
Namun gambar dan lingkup pekerjaan harus sangat jelas agar tidak terjadi perselisihan di kemudian hari.
2. Borongan Keteng atau Satuan
Sistem ini paling sering digunakan untuk renovasi. Contohnya:
- Bongkar dinding per m2
- Bongkar plafond per m2
- Bongkar keramik per m2
- Bongkar pintu per unit
Keuntungan sistem ini:
- Lebih fleksibel
- Mudah menyesuaikan volume aktual
- Cocok untuk renovasi bertahap
Tetapi pemilik harus melakukan pengukuran volume dengan lebih detail.
Biaya Pembersihan dan Pengangkutan Material Bongkaran
Banyak orang hanya menghitung biaya upah bongkar, padahal ada biaya lain yang cukup besar yaitu:
- Pembersihan lokasi
- Pengangkutan puing
- Sewa dump truck
- Pembuangan material
Terutama untuk proyek di area perkotaan, biaya buang puing bisa cukup mahal.
Sistem Perhitungan Rit dalam Pembuangan Material
Pengangkutan material bongkaran biasanya dihitung berdasarkan ritase. Apa itu rit?
Rit adalah satu kali perjalanan kendaraan untuk mengangkut material bongkaran dari lokasi proyek menuju tempat pembuangan.
Contohnya:
- 1 dump truck datang
- Memuat puing bongkaran
- Mengangkut ke area pembuangan
Maka dihitung sebagai 1 rit. Jumlah rit tergantung:
- Volume bongkaran
- Jenis material
- Kapasitas truk
- Jarak lokasi pembuangan
Semakin jauh lokasi disposal, biasanya biaya rit menjadi lebih mahal.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Bongkaran Bangunan
Harga pekerjaan bongkar tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi banyak faktor. Berikut beberapa faktor utamanya.
- Luas dan Volume Bongkaran. Semakin besar area bongkar, semakin besar pula biaya pekerjaan.
- Lokasi Proyek. Akses sempit atau area padat penduduk biasanya membuat biaya lebih mahal.
- Jenis Material Bangunan. Bangunan beton bertulang tentu lebih sulit dibongkar dibanding partisi gypsum.
- Tingkat Kesulitan. Bongkar parsial biasanya lebih rumit dibanding bongkar total.
- Kepemilikan Material Bekas. Jika material menjadi hak pemborong, biaya bongkar bisa lebih murah.
- Penggunaan Alat. Penggunaan jack hammer, excavator, atau alat berat akan mempengaruhi harga.
Tips Agar Pekerjaan Bongkaran Lebih Aman dan Efisien
Berikut beberapa tips penting sebelum memulai pekerjaan bongkar.
- Gunakan Tenaga Berpengalaman. Pekerjaan bongkar memiliki risiko tinggi sehingga sebaiknya dikerjakan oleh tenaga profesional.
- Tentukan Area Bongkar Secara Detail. Buat marking dan gambar area kerja dengan jelas.
- Pisahkan Material yang Masih Bernilai. Material reusable sebaiknya disimpan terpisah agar tidak rusak.
- Perhatikan Keselamatan Kerja. Gunakan APD seperti helm, sarung tangan, masker, dan sepatu safety.
- Hitung Biaya Disposal Sejak Awal. Jangan sampai biaya buang puing justru membengkak di tengah proyek.
- Pastikan Instalasi Listrik Sudah Diputus. Hal ini sangat penting untuk menghindari risiko korsleting dan kecelakaan kerja.
Kesimpulan
Pekerjaan pembongkaran bangunan bukan sekadar merobohkan bangunan lama, tetapi merupakan tahap penting dalam proses renovasi maupun pembangunan ulang.
Pelaksanaan bongkaran harus dilakukan dengan perencanaan yang matang, batas area yang jelas, serta memperhatikan keselamatan kerja. Selain itu, status kepemilikan material bekas bongkaran juga harus disepakati sejak awal agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Dalam proyek renovasi, sistem borongan bongkar biasanya menggunakan satuan per meter persegi atau per unit, sedangkan untuk bongkar total sering menggunakan sistem borongan paket.
Jangan lupa bahwa biaya bongkaran tidak hanya mencakup upah pekerja, tetapi juga biaya pembersihan, pengangkutan, dan pembuangan material bekas bongkaran.
Dengan perencanaan yang baik, pekerjaan bongkaran dapat berjalan lebih aman, efisien, dan membantu memperlancar proses renovasi secara keseluruhan.

Posting Komentar untuk "Pekerjaan Bongkaran Bangunan: Jenis, Sistem Borongan, Hingga Perhitungan Biayanya"