Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pasangan Dinding Bata Merah

Beberapa waktu yang lalu rumahmaterial.com sudah pernah mencoba membahas tentang Contoh Perhitungan Biaya Pasangan Dinding Bata, pada kesempatan ini kami coba mengulas tentang Metode Pelaksanaan Pasangan Dinding Bata untuk menghasilkan pasangan dinding bata yang berkualitas baik.

Apa saja material dan peralatan yang diperlukan untuk pekerjaan pasangan dinding bata?

Untuk material yang dibutuhkan antara lain bata merah, semen, pasir, dan air. Untuk peralatan tidak diperlukan alat yang khusus, hanya diperlukan peralatan sederhana seperti saringan pasir, cangkul, sekop, ember, sendok semen, dolak, meteran, waterpass, jidar aluminium, profil kayu, dan benang nylon.

Pasangan Dinding Bata Merah
Pasangan Dinding Bata Merah

Bagaimana metode pelaksanaan pasangan dinding bata?

Metode pelaksanaan pekerjaan pasangan dinding bata dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Pertama dilakukan persiapan dengan cara membersihkan area yang akan dipasang dinding bata merah, menghitung volume pekerjaan dan kebutuhan material yang dibutuhkan.
  2. Buat marking jalur-jalur dinding dua sisi setelah dinding dan dibuat tanda posisi kolom praktis, ring balok, dan lubang kusen.
  3. Bata merah direndam dulu (sampai gelembung udaranya hilang) sebelum dipakai untuk mengurangi penyerapan air.
  4. Memasang bata merah pada jalur marking serta jalur benang acuan yang telah dipasang pada profil kayu pada ujung jalur dinding lapis demi lapis sampai setinggi 1 m dengan menggunakan adukan 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan).
  5. Pada pelaksanaannya, adukan semen pasir tersebut diaplikasikan secara merata ke permukaan bata merah. 
  6. Kemudian bata merah disusun di atas adukan mortar tersebut sambil terus diperiksa kerataan pasangannya. Kemudian bata merah dipukul perlahan sampai mencapai elevasi yang diinginkan. 
  7. Setelah tinggi pasangan bata merah mencapai 1 m kemudian dilanjutkan dengan cor beton kolom praktis.
  8. Periksa kelurusan serta vertikal pasangan bata merah, apabila sudah benar dan sesuai dengan yang diinginkan maka lanjutkan pemasangan sampai dengan tinggi maksimum 1 m, kemudian periksa lagi kelurusan dan vertikalnya, setelah itu dilanjutkan cor kolom praktis dan dilanjutkan pemasangan bata merah sampai elevasi yang ditentukan dan cor kolom praktis sampai elevasi sesuai gambar
Selanjutnya dilakukan pekerjaan plesteran yang dimulai dengan jalan membuat kepalaan plesteran pada sisi vertical jarak 2 m sesuai dengan ketebalan yang diinginkan dengan bantuan unting-unting pada sisi horizontal pada elevasi plafond atau diujung atas dinding dengan bantuan benang.

Sebelum melakukan pekerjaan plesteran, pasangan bata merah disiram / dibasahi dengan air, kemudian dilakukan pekerjaan plesteran pada dinding secara merata, menggunakan adukan mortar 1 pc : 5ps untuk pasangan dinding biasa dan 1pc : 3ps untuk pasangan dinding trasram (komposisi adukan bisa berbeda tergantung dari persyaratan yang ditetapkan) sampai 10 – 15 mm atau sampai ketebalan yang ditentukan.

Setelah plesteran kering dan rata sesuai dengan yang diinginkan kemudian dilanjutkan dengan pekerjaan acian menggunakan acian semen. Sesudah pekerjaan acian selesai, permukaan dinding difinish dengan plamur tembok. Untuk dasaran/plamur tembok jika diperlukan dan hanya dipergunakan pada ruangan interior yang permukaannya tidak rata atau retak-retak. Dinding yang telah selesai diplamur kemudian diampelas, sehingga memberikan permukaan dinding tembok yang halus, licin dan rapi.

Back To Top