Mozaik, Material Untuk Lantai Dan Dinding Yang Lebih Berkarakter

Mozaik adalah material yang digunakan sebagai penutup lantai dan dinding yang terbuat dari potongan-potongan kecil keramik dan kaca atau media lain, disusun membentuk suatu pola atraktif yang menarik, dan disatukan dengan semacam jaring.

Mozaik

Mozaik biasa digunakan untuk kamar mandi, foyer, dan koridor yang tidak terlalu besar. Selain itu mozaik juga sering digunakan untuk lantai dan dinding kolam renang.

Penggunaan mozaik pada suatu ruang dapat membuat ruangan tersebut lebih berkarakter. Tetapi penggunaan berlebihan dalam ruangan yang luas bisa menciptakan kesan ramai.

Apa Kelebihan Dan Kekurangan Menggunakan Mozaik?

Kelebihan penggunaan mozaik antara lain :
  1. Mudah dibentuk / dipotong (hanya menggunakan gunting untuk memotong jaring pada bagian belakang mozaik)
  2. Memiliki banyak macam corak dan warna yang dapat dipilih.
  3. Memiliki tampilan yang berkarakter dan atraktif.
Kekurangan penggunaan mozaik antara lain :
  1. Dari segi ketahanan dan kekuatan kurang baik.
  2. Harga yang relatif mahal dengan kisaran Rp. 300.000,-/m2 sampai di atas Rp. 1000.000,-/m2 tergantung dari merek dan motifnya.
Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan di atas, akan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kita jika ingin menggunakan material mozaik.

Bagaimana Metode Pemasangan Mozaik Yang benar?

Urutan metode pelaksanaan pekerjaan mozaik adalah sebagai berikut :
  1. Pertama dilakukan pemeriksaan material mozaik dari dalam box, pastikan kondisi mozaik bagus dan tidak ada yang pecah atau retak.
  2. Lakukan penghalusan permukaan lantai atau dinding.  
  3. Lakukan marking untuk menentukan titik mulai pemasangan mozaik.Gunakan garis bantu untuk pemasangan mozaik.
  4. Siapkan perekat khusus mozaik adhesive dengan mecampurnya dengan air. Adukan perekat harus selalu dalam keadaan lembab dan lembut. Aplikasikan adukan perekat menggunakan trowel.
  5. Untuk mozaik yang menggunakan alas kertas (paper backing) terdapat garis bantu pada permukaan kertas. Pasanglah mozaik sesuai dengan garis bantu tersebut.  Selalu berhati-hati dalam pemasangannya, terutama untuk celah antara lembaran yang satu dengan yang lain. 
  6. Melepas alas kertas dilakukan secara hati-hati. Gunakan spons lembab da spukan ke atas kertas sampai kertas mengelupas dengan mudah Lepaslah kertas perlahan-lahan secara diagonal sampai mengelupas. Pada tahapan ini perlu dilakukan dengan hati-hati agar mozaik tidak bergeser mengingat adukan perekat masih belum setting.
  7. Sebelum adukan perekat setting koreksi jika ada jarak antara lembar mozaik yang tidak sama dengan cara digeser-geser menggunakan ujung trowel. Biarkan adukan menjadi setting minimal 24 jam.
  8. Setelah itu lakukan pekerjaan grouting celah nat. Lakukan pekerjaan grouting sampai semua celah nat terisi penuh.
  9. Setelah pekerjaan grouting selanjutnya dilakukan pembersihan sisa-sisa grout yang ada sampai bersih sebelum grouting benar-benar kering. Gunakan spons dan air bersih selama proses pembersihan.
  10. Lakukan pembersihan dengan teliti sampai pembersihan final, supaya tidak ada mozaik yang ternoda oleh bekas adukan grouting.
Demikian sedikit ulasan rumahmaterial.com tentang Mozaik, Material Untuk Lantai Dan Dinding Yang Lebih Berkarakter, semoga bermanfaat...! 

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel