Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Mengatasi Getaran Pada Bangunan Kantor Akibat Kendaraan berat Yang Melintas Di Dekatnya

Pada kesempatan ini rumahmaterial.com akan berbagi cerita tentang kasus bangunan kantor 2 lantai yang bergetar jika ada kendaraan berat yang melintas di dekatnya, terutama untuk lantai atas.

Jadi kantor tersebut terletak di area kawasan pergudangan yang banyak dilewati kendaraan besar seperti truk tronton yang mengangkut kontainer.

Getaran yang dirasakan membuat pemilik bangunan menjadi khawatir dan merasa tidak nyaman dengan keadaan tersebut. ”Apakah bangunan ini masih aman? Apakah bangunan ini bisa roboh?” itulah yang sering menjadi pertanyaan dari si pemilik bangunan.

Lalu bagaimana solusinya?


Untuk mendapatkan solusi masalah getaran pada bangunan tersebut akhirnya si pemilik bangunan tersebut memanggil konsultan struktur. Pertama konsultan struktur tersebut mencoba merasakan getaran yang terjadi jika ada kendaraan besar yang melintas di dekat bangunan tersebut.

Getaran Pada Bangunan Kantor Akibat Kendaraan berat Yang Melintas Di Dekatnya
Getaran Pada Bangunan Kantor Akibat Kendaraan berat Yang Melintas Di Dekatnya 

“Untuk getaran yang dirasakan sebenarnya masih aman, tidak akan meyebabkan bangunan ini roboh” kata konsultan struktur tersebut. “Tetapi kita harus melakukan beberapa hal untuk mengurangi getaran yang terjadi” lanjutnya.

Apa yang dilakukan untuk mengatasi getaran pada bangunan tersebut?

Pertama harus dilakukan perhitungan ulang struktur eksisting, dilakukan perkuatan struktur jika diperlukan (berdasarkan perhitungan hasil ulang), membuat saluran air antara jalan yang dilewati kendaraan berat dengan bangunan. 

Karena satu dan lain hal ternyata tidak ada as built drawing untuk bangunan tersebut. Karena itu sebelum dilakukan perhitungan ulang struktur bangunan eksisting perlu dilakukan audit struktur bangunan.

Apa itu audit struktur bangunan?

Audit struktur bangunan adalah survey pendataan di lapangan secara keseluruhan terhadap struktur bangunan existing. Secara umum audit struktur bangunan terbagi menjadi 3 tahap :

1. Persiapan dan pengumpulan data eksisting. Yang dimaksud data eksisting antara lain as built drawing, data perencanaan bangunan, data tanah, dan lain-lain. Selain itu dilakukan peeriksaan awal kondisi bangunan.

2. Penyelidikan di lapangan yang terdiri dari pemeriksaan kondisi bangunan secara visual untuk seluruh elemen bangunan. Mendata dimensi struktur eksisting, mendeteksi apakah ada kerusakan struktur eksisting, mengecek mutu beton dan kondisi tulangan eksisting, dan penyelidikan tanah eksisting.

3. Penggambaran dan evaluasi struktur eksisting, termasuk analisa dan perkuatan struktur eksisting.

Ternyata setelah dilakukan audit struktur bangunan perlu ditambahkan kolom dan balok struktur baru menggunakan material profil baja untuk perkuatan bangunan eksisting. Kolom dan balok struktur tersebut selain menambah kekuatan berfungsi juga sebagai pengaku.

Bayangkan gedung kantor sudah beroperasi tetapi perlu ditambahkan kolom dan balok struktur. Yang pasti perlu dilakukan pembongkaran plafon instalasi listrik dan lain-lain yang pastinya akan mengganggu operasional di kantor tersebut.

Pekerjaan tersebut juga harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak merusak bagian yang tidak perlu diubah.

Untuk menghindari terjadinya masalah bangunan di kemudian hari sebaiknya dari awal perencanaan struktur sudah dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi bangunan tersebut nantinya. Sehingga semua sudah diperhitungkan dan tidak menjadi masalah di kemudian hari.

Karena melakukan renovasi kadang lebih sulit dilakukan daripada membangun bangunan baru dari awal. Saat melakukan renovasi kadang kita akan mendapatkan banyak keterbatasan. Misalnya terbatasnya area kerja, waktu kerja, dan lain-lain karena bangunan sudah beroperasi.

Sedangkan untuk saluran air dibuat agak dalam (dalam kasus ini sampai kedalaman 120 cm) untuk “memisahkan” bangunan kantor tersebut dari jalan, sehingga getaran yang mengenai bangunan dapat diminimalkan.

Back To Top