Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Escalator, Tangga Berjalan Pada Bangunan Bertingkat

Apa itu Escalator?

Escalator merupakan alat transportasi vertikal dalam bangunan berupa tangga berjalan yang menghubungkan lantai yang satu dengan lantai lain di atas atau di bawahnya. Escalator sangat banyak digunakan pada bangunan komersial bertingkat seperti mall dan pusat perbelanjaan, bangunan konvensi (convention hall) serta bangunan untuk sarana transportasi seperti stasiun kereta / transit, dan lapangan terbang.


Apa Saja Komponen Utama Escalator?

Berikut ini adalah 12 komponen utama dari escalator : 
1. Rangka struktur (frame) 
2. Rel (rail) 
3. Rantai dan roda gigi (chain & gear) 
4. Anak tangga (step) 
5. Dinding penyangga rel tangan (balustrade) 
6. Pegangan tangan (handrail) 
7. Lantai Pijak (landing plates) 
8. Lantai Bergigi (comb plates) 
9. Ruang Mesin 
10. Pencahayaan (lighting) 
11. Unit penggerak (drive unit) 
12. Peralatan listrik (electrical parts)

Escalator bergerak karena adanya motor listrik yang berputar secara tetap dan dilengkapi dengan pegangan tangan yang bergerak sama cepatnya dengan kecepatan bergeraknya anak tangga. Kecepatan yang biasa digunakan adalah antara 0,45-0,60 meter/detik, tetapi dengan rancangan khusus, kecepatan eskalator dapat dipercepat di atas 70 meter/detik.
Escalator

Mengapa Perlu Escalator Pada Suatu Bangunan?

Escalator biasanya digunakan pada bangunan bertingkat yang tidak terlalu tinggi dengan lalu lintas yang cukup padat karena lebih praktis. Pada jam sibuk, escalator bisa mengangkut orang dalam jumlah besar tanpa perlu waktu tunggu, tidak seperti lift atau elevator. Simak juga artikel sebelumnya tentang Lift Untuk Transportasi Vertikal Dalam Bangunan.

Selain itu jika tidak dinyalakan, escalator akan tetap dapat digunakan dengan berfungsi seperti tangga biasa pada umumnya.


Apa Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perencanaan Escalator?

Konfigurasi Pemasangan escalator, ada konfigurasi silang dan konfigurasi sejajar. Mana yang dipilih? Tergantung dari kebutuhan lalu lintas penumpang antar lantai di bangunan tersebut. Konfigurasi silang merupakan pilihan yang baik untuk kelancaran arus penumpang, namun konfigurasi sejajar lebih baik jika menginginkan penumpang untuk berkeliling terlebih dahulu seperti pada pusat perbelanjaan.

Ukuran Escalator, yaitu panjang dan lebar escalator. Panjang escalator dipengaruhi oleh jarak ketinggian antar lantai (jarak floor to floor) dan sudut kemiringan escalator yang umumnya adalah 30. Sedangkan lebar escalator dipengaruhi oleh jumlah lalu lintas penumpang yang melewati escalator tersebut.  

Tutup Cladding Escalator, merupakan pembungkus komponen escalator agar tampak rapi dan indah secara estetika. Biasa menggunakan material stainless steel tetapi ada juga yang menggunakan pelat besi finish cat atau bahkan gipsum, tergantung dari desain arsitektur secara keseluruhan.

Fitur Tambahan, Apakah perlu dilengkapi fitur tertentu, misalnya stop start sensor yang berfungsi untuk menjalankan escalator ketika ada penumpang naik/melewati sensor dan berhenti bila tidak ada penumpang.

Demikian sedikit ulasan rumahmaterial.com tentang Escalator, Tangga Berjalan Pada Bangunan Komersial Bertingkat, semoga bermanfaat bagi Anda.

Ada pertanyaan atau komentar?
Silahkan sampaikan komentar anda pada form di bawah ini. Tetapi mohon untuk tidak menyampaikan komentar spam, menanam link, dan komentar yang tidak sesuai topik artikel karena tidak akan kami terbitkan. Terima kasih.

Back To Top