Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

8 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Beton

Konstruksi beton banyak digunakan pada berbagai jenis bangunan, baik untuk bangunan rumah tinggal maupun bangunan gedung bertingkat dan jenis-jenis bangunan yang lain. Secara garis besar pekerjaan konstruksi beton terdiri dari pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian, dan pekerjaan pengecoran beton.

Untuk material beton kita bisa menggunakan beton readymix. Kelebihan dan kekurangan penggunaan beton readymix pernah kita bahas di artikel Beton Readymix Solusi Praktis Dan Jaminan Kualitas Untuk Pekerjaan Struktur Bangunan

Untuk material pembesian kita menggunakan besi tulangan dengan diameter sesuai dengan gambar perencanaan struktur. Sedangkan Untuk bekisting kita bisa menggunakan bekisting dari pasangan batako untuk pekerjaan pondasi dan tie beam / sloof bangunan, serta bekisting kayu (yang terdiri dari multipleks, kaso kayu, dan balok kayu) untuk struktur kolom, balok, dan pelat lantai.

Bagaimana Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Beton?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, akan lebih mudah jika kita lihat diagram alir (flowchart) pelaksanaan pekerjaan konstruksi beton di bawah ini yang disertai dengan beberapa tahapan pengujian sebagai pengendalian mutu hasil pekerjaan konstruksi beton secara keseluruhan.

Diagram Alir Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Beton 
Secara umum tahapan pelaksanaan pekerjaan konstruksi beton dalam diagram di atas dapat diuraikan sebagai berikut :
  1. Untuk tahapan pertama dilakukan pekerjaan fabrikasi besi tulangan dan bekisting beton di lapangan.
  2. Selanjutnya dilakukan pekerjaan bekisting beton yang dilanjutkan dengan pekerjaan pembesian tulangan beton dengan dimensi, diameter besi, serta jarak besi tulangan sesuai dengan gambar perencanaan struktur. 
  3. Setelah selesai, dilakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah dimensi bekisting serta diameter dan jarak besi tulangan sudah sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam gambar rencana struktur. Jika sudah benar dan sesuai yang dipersyaratkan maka dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya, jika tidak maka harus dilakukan koreksi untuk memperbaikinya.
  4. Selanjutnya dilakukan pemesanan beton readymix ke supplier sesuai mutu yang dipersyaratkan. Beton readymix akan diproduksi di batching plant dan didatangkan ke lapangan menggunakan mixer truck.
  5. Setelah beton sampai ke lapangan dilakukan slump test dan diambil sampel untuk benda uji test tekan kubus/silinder beton di laboratorium.
  6. Jika memenuhi syarat slump beton maka selanjutnya dilakukan pengecoran beton yang dilanjutkan dengan pekerjaan curing / perawatan beton.
  7. Setelah beton cukup umur maka bekisting beton dapat dibongkar.
  8. Dari hasil test tekan beton di laboratorium, jika mutu beton memenuhi syarat maka pekerjaan konstruksi beton sudah oke, tetapi jika ternyata mutu beton tidak masuk atau di bawah yang dipersyaratkan maka selanjutnya dilakukan test hammer test dan coredrill secara acak/random. Meskipun hal ini jarang terjadi jika pelaksanaan pekerjaan pengecoran dilakukan dengan benar dan beton readymix diproduksi dengan quality control yang baik. 

Back To Top