Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Apa Saja Item Pekerjaan Untuk Pembuatan Ground Water Tank Beton Bertulang?

Ground water tank atau sering disingkat GWT merupakan tempat penampungan air yang ditanam di dalam tanah. Biasanya terbuat dari bahan beton bertulang dengan ketebalan tertentu. Kapasitas dan ukuran GWT sangat bervariasi tergantung dari jenis bangunan, jumlah kebutuhan air untuk bangunan tersebut, dan ketersediaan lahan yang ada. 

Apa saja item pekerjaan untuk pembuatan ground water tank beton bertulang? Simak uraiannya di bawah ini. Tetapi kami hanya akan membahas untuk pekerjaan sipil dan arsiteknya saja, tidak membahas item pekerjaan instalasi pemipaan dan pompanya.

Pekerjaan Tanah Ground Water Tank (GWT)

Pertama karena GWT ada di dalam tanah pasti perlu dilakukan pekerjaan galian tanah. Selanjutnya dilakukan urugan pasir urug dan lantai kerja untuk alasnya. Umumnya urugan pasir urug dilakukan setebal 10 cm sedangkan lantai kerja setebal 5 cm.

Setelah pekerjaan beton GWT selesai selanjutnya dilakukan pekerjaan urugan tanah kembali dengan tanah bekas galian.

Untuk sisa tanah yang tidak terpakai dilakukan pekerjaan buangan tanah. Buangan tanah ini bisa dibuang ke lokasi lain dalam lingkungan proyek atau dibuang ke luar dari lokasi proyek.

Pembuatan Ground Water Tank Beton Bertulang
Pembuatan Ground Water Tank Beton Bertulang


Pekerjaan Pelat Beton Bertulang Ground Water Tank (GWT)

Seperti pekerjaan beton bertulang pada umumnya, diperlukan pekerjaan bekisting, pekerjaan pembesian, dan pengecoran beton. 

Pada perbatasan antara pelat lantai dan dinding beton atau pada area stop cor (jika pengecoran tidak dilakukan sekaligus) harus dipasang waterstop untuk mencegah kebocoran.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang pekerjaan beton bertulang, simak juga artikel rumahmaterial.com tentang 8 Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan Konstruksi Beton.

Pekerjaan Waterproofing Ground Water Tank (GWT)

Waterproofing yang sering digunakan untuk pekerjaan GWT ada 2 pilihan, waterproofing integral atau waterproofing coating. Tetapi kadang ada juga yang menggunakan gabungan keduanya untuk memastikan tidak terjadi kebocoran. 

Jadi selama pekerjaan beton ditambahkan waterproofing integral setelah jadi dilapisi lagi dengan waterproofing coating. Untuk waterproofing coating harus dipilih jenis yang tidak beracun atau non toxic.

Jangan lupa simak juga artikel rumahmaterial.com tentang waterproofing dalam artikel Waterproofing Coating Untuk Lantai Toilet.

Pekerjaan Pasangan Keramik Ground Water Tank (GWT)

Setelah lapisan waterproofing biasa GWT difinish dengan pasangan lantai dan dinding keramik. Material keramik tile yang dipilih biasanya warna putih agar mudah terlihat jika kondisi GWT sudah kotor. Umunya untuk pemasangan keramik GWT ini tukang meminta upah lebih tinggi karena lokasi kerja di GWT yang pengap karena kurang sirkulasi udara.

Pekerjaan Tutup Ground Water Tank (GWT)

Tutup GWT ada yang dari bahan beton bertulang juga, tetapi agak jarang digunakan karena terlalu berat sehingga agak sulit untuk buka tutupnya. Umumnya GWT menggunakan penutup dari pelat besi dengan rangka besi siku yang dicat dengan cat anti karat.

Pekerjaan Tangga Ground Water Tank (GWT)

Karena cukup dalam, biasanya GWT dilengkapi dengan tangga agar mudah dalam melakukan perawatan. Tangga ini biasanya tidak menggunakan besi biasa karena bisa berkarat. Umumnya untuk tangga GWT menggunakan material pipa stainless steel.

Demikian ulasan rumahmaterial.com tentang item-item pekerjaan untuk pembuatan ground water tank beton bertulang, semoga bermanfaat.

Back To Top