Cara Mengecek Kewajaran Volume Pembesian Struktur Beton Bertulang

Dalam menghitung volume pembesian struktur beton bertulang kadang terjadi kesalahan yang menyebabkan hasil perhitungan volume tersebut menjadi tidak tepat misalnya terlalu banyak atau terlalu sedikit. 

Hal ini dapat disebabkan karena gambar detail yang kurang jelas atau faktor manusia yang tidak teliti dalam menghitungnya.

Salah satu cara cepat mengecek ulang perhitungan volume pembesian struktur beton bertulang adalah dengan cara membandingkan volume pembesian dengan volume beton sehingga didapat berapa komposisi kg/m3 nya. 

Komposisi kg/m3 diperhitungkan untuk masing-masing komponen strukturnya (misalnya: untuk pondasi, balok, kolom, dan pelat lantai beton bertulang).

Jika kita sering melakukan perhitungan volume, secara otomatis kita akan menyadari apakah komposisi besi/beton dari hasil perhitungan volume pembesian yang didapat wajar atau tidak.

Misalnya pelat lantai tebal 12 cm, dengan pembesian tulangan 2 lapis dia. 10 mm – 150 mm.

Pelat Beton Bertulang

Untuk mengecek hasil perhitungan kita ambil saja luasan setiap 1 m2.
Volume beton = 1 mx 1 m x 0,12m = 0,12 m3
Volume besi = (1/0,15) x 1 m x 2 arah x 2 lapis x 0,617 kg/m’ x1,05 = 17,276 kg
Komposisi besi / beton = 17,276 kg / 0,12 m3 = 143,96 kg/m3
Mungkin hasil perhitungan dapat berbeda karena perbedaan asumsi waste besi dan pembulatan jumlah tulangan.

Nah, jika kita memiliki hasil perhitungan volume untuk luas pelat lantai 100 m2 sebagai berikut : 
Volume beton = 12 m3
Volume  besi = 5.000 kg
Kita cek saja berapa komposisinya sebagai berikut : 
komposisi besi/beton = 5.000/12 = 416,667 kg/m3
Maka bisa dipastikan ada yang salah dalam perhitungannya, karena kita tahu bahwa volume wajar untuk pelat lantai tersebut adalah dengan komposisi 143,96 kg/m3.

Bisa salah di volume beton atau salah di volume pembesian. Setelah dicek kembali, volume beton sudah benar, berarti volume pembesian yang salah.

Umumnya pembesian dalam kg/m3 beton akan menjadi besar jika ukuran balok atau kolom kecil dan pelat beton yang lebih tipis, sebaliknya akan lebih besar jika ukuran balok atau kolom besar dan pelat beton yang lebih tebal.  

Dengan mengetahui berapa kg/m3 pembesian dalam beton maka selain kita dapat menghitung harga satuan beton bertulang jadi, juga dapat mengecek ulang perhitungan volume pembesian apakah kurang atau tidak.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel