Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Pilih Beton Readymix FA atau NFA?

Secara umum untuk pekerjaan struktur beton bertulang terdapat 3 komponen biaya yaitu pengecoran beton, pembesian, dan bekisting. Untuk pengecoran beton jika menggunakan beton readymix ada beberapa hal yang harus diperhatikan apakah sesuai persyaratan spesifikasi teknis atau tidak, yaitu mutu beton, slump beton, dan komposisi materialnya apakah menggunakan Fly Ash atau tidak.

Beton readymix yang mengandung Fly Ash ditulis kode FA (Fly Ash), sedangkan yang tidak menggunakan Fly Ash ditulis kode NFA (Non Fly Ash). jangan lupa simak juga artikel Beton Readymix Solusi Praktis Dan Jaminan Kualitas untuk Pekerjaan Struktur Bangunan.

Apa sih sebenarnya yang dimaksud dengan Fly Ash?

Fly Ash merupakan material limbah hasil pembakaran batu bara yang berbentuk bulat dan sangat halus dan sebenarnya merupakan bahan limbah dengan kategori Bahan Beracun Berbahaya (B3). Fly Ash mengandung senyawa silika atau silika + alumina dan secara independen sangat sedikit atau tidak mempunyai kemampuan mengikat (non-cementitious). 

Dalam bentuk yang sangat halus dapat bereaksi dengan kalsium hidroksida (dengan kelembaban yang cukup & dalam suhu kamar) untuk membentuk suatu bahan yang mempunyai sifat mengikat (cementitious)

Semen dan Fly Ash

Ada konsultan perencana struktur yang memperbolehkan penggunaan beton readymix yang mengandung Fly Ash (FA), tetapi ada juga yang mensyaratkan penggunaan beton ready mix harus Non Fly Ash (NFA). 

Apa keuntungan dan kerugian menggunakan campuran beton menggunakan Fly Ash?

Keuntungan penggunaan Fly Ash dalam campuran beton antara lain adalah : 
  1. Memanfaatkan limbah menjadi material yang berguna.
  2. Bentuk partikel yang bulat menambah workability dari beton tersebut.
  3. Partikel Fly Ash yang sangat halus mampu mengisi celah dalam adukan beton, sehingga beton menjadi lebih padat dan kedap air.
  4. Dalam kadar tertentu dapat meningkatkan kekuatan beton.
  5. Membuat harga beton menjadi lebih murah karena menggunakan fly ash yang lebih murah dari semen dan mengurangi penggunaan semen.
  6. Membuat waktu setting beton bertambah sehingga memberikan waktu lebih banyak untuk proses pengecoran beton.
  7. Dalam kadar tertentu membantu meningkatkan ketahanan terhadap sulfat dan garam alkali, mengurangi reaktifitas silika-alkali, mengurangi potensi bleeding dan segregasi.
Sedangkan kekurangan penggunaan Fly Ash adalah :
  1. Merupakan bahan limbah yang cukup sulit untuk kontrol terhadap kualitasnya dan mengandung bahan yang berbahaya.
  2. Dalam kadar melebihi jumlah tertentu dapat menurunkan mutu atau kuat tekan beton.
  3. Tidak cocok digunakan pada struktur beton yang membutuhkan kekuatan awal yang tinggi.
  4. Belum tentu cocok untuk digunakan pada permukaan beton yang difinish seperti floor hardener, epoxy, waterproofing, karena dikhawatirkan bereaksi dengan Fly Ash (harus dipastikan dulu apakah produk finishingnya bereaksi dengan Fly Ash atau tidak).
Demikian sedikit ulasan rumahmaterial.com tentang beton readymix Fly Ash dan Non Fly Ash. Jadi kesimpulannya adalah penggunaan jenis beton FA atau NFA mengacu pada persyaratan dari konsultan perencana, dan jika menggunakan Fly Ash harus dilakukan quality control yang baik untuk memastikan jumlah Fly Ash tidak melebihi jumlah tertentu.

Back To Top