Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Mengenal Waterproofing Membrane Tipe Torch On

Untuk mencegah masalah kebocoran pada bangunan, misalnya pada dak atap, kita perlu menggunakan produk waterproofing. Umumnya terdapat dua jenis waterproofing yang sering digunakan yaitu jenis waterproofing coating dan jenis waterproofing membrane. Pada kesempatan ini rumahmaterial.com akan khusus membahas tentang waterproofing membrane saja, khususnya tipe bakar. 

Apa yang dimaksud dengan waterproofing membrane?

Waterproofing membrane adalah material waterproofing berupa karpet aspal (bitumen) yang diperkuat dengan penulangan polyester atau fiberglass. Untuk waterproofing membrane sendiri ada dua tipe yaitu : 
  1. Waterproofing membrane tipe Tempel (Self Adhesive)
  2. Waterproofing membrane tipe Bakar  (Torch On)
Dari kedua tipe tersebut sistem bakar (torch on) lebih sering digunakan untuk mencegah kebocoran pada dak atap, basement, lantai kamar mandi, dan lain-lain.

Pemasangan Waterproofing Membrane

Bagaimana cara pemasangan waterproofing membrane tipe bakar?

  1. Pada intinya permukaan beton yang akan dipasang waterproofing membrane harus dalam keadaan rata dan bersih, bebas dari sampah dan debu. Jika terdapat retak pada permukaan beton maupun permukaan yang tidak rata harus dilakukan perbaikan terlebih dahulu.
  2. Buat pinggulan segitiga pengisi / fillet dari adukan pada sudut pertemuan lantai dan dinding untuk menghindari sudut siku.
  3. Jika lokasi sudah siap, maka dapat dilanjutkan dengan pelapisan primer menggunakan kuas atau roll. Primer dibiarkan sekitar 1 jam pada cuaca cerah supaya kering.
  4. Gelar membrane dan lakukan pembakaran dengan api dari alat torching membrane. Waterproofing tipe bakar membutuhkan panas api yang tinggi untuk melelehkan bagian bawah membrane agar dapat melekat sempurna ke permukaan beton. Pembakaran dilakukan dengan api sejajar dengan membrane dan harus diperhatikan agar jangan sampai terlalu panas (overheat) yang dapat merusak tulangan membrane atau menimbulkan lubang pada lapisan membrane.
  5. Untuk sambungan harus diberikan overlapping 10 cm di antara membrane.
  6. Lakukan test rendam dengan air setinggi kira-kira 5 cm Selama 2 x 24 jam untuk memastikan kualitas pekerjaan waterproofing, sebelumnya buat tanggulan air sementara dan tutup lubang drainase.
  7. Waterproofing membrane tidak tahan terhadap sinar ultra violet matahari, maka setelah selesai dipasang harus dilindungi sementara dengan menggunakan terpal atau penutup lainnya. Setelah dipastikan tidak bocor, maka dilanjutkan dengan pekerjaan screed penutup waterproofing dengan adukan 1 pc :3 ps dengan tebal antara 2 sampai 3 cm. Biasanya screed penutup waterproofing diperkuat dengan kawat ayam agar tidak mudah untuk mengalami retak.
Demikian sedikit ulasan mengenai waterproofing membrane khususnya tipe bakar (torch on), semoga bermanfaat...!

Back To Top