Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Metode Pemasangan Keramik Lantai

Keramik lantai merupakan material penutup lantai yang banyak digunakan untuk proyek pembangunan rumah tinggal. Setidaknya ada dua hal yang harus diperhatikan dalam pekerjaan keramik lantai untuk hasil yang baik yaitu kualitas material keramik tile yang digunakan dan cara pemasangannya. Bagaimana cara memasang lantai keramik yang baik?

Simak langkah-langkahnya di bawah ini :
  1. Pertama dilakukan pemeriksaan denah lantai dan pola pemasangan keramik. Sebaiknya dibuat shop drawing untuk mendapatkan gambar pola pemasangan keramik lantai yang paling efisien untuk menghindari waste material terbuang yang terlalu banyak akibat ukuran yang tanggung.
  2. Dengan shop drawing kita akan dapat mengetahui secara jelas titik awal pelaksanaan pekerjaan keramik lantai agar nat keramik bertemu dengan nat keramik ruangan yang lain dan nat keramik pada dinding jika ada. 
  3. Selanjutnya periksa material keramik yang didatangkan ke lapangan, apakah tidak pecah, sudah sesuai ukuran, warna, motif / corak dan tipenya dengan yang diinginkan. Untuk mengetahui jumlah kebutuhan material keramik yang perlu dipesan silahkan simak artikel kami sebelumnya tentang Cara Menghitung Material Keramik Tile Lantai
  4. Sebaiknya di atas lantai beton dihamparkan lapisan pasir untuk mencegah popping up lantai keramik, baru kemudian dilakukan screed perata lantai jika menggunakan adukan mortar instan / perekat keramik (tile adhesive) atau langsung adukan spesi jika menggunakan adukan semen pasir.
  5. Pastikan lokasi yang akan dipasang keramik dalam keadaan bersih, screed sudah kering jika ada, sudah diwaterproofing jika diperlukan, dan tidak ada instalasi pipa air maupun pipa konduit untuk listrik yang belum terpasang (jika ada).
  6. Jika keramik dipasang menggunakan perekat adukan spesi semen pasir, maka keramik harus direndam terlebih dahulu, tetapi jika menggunakan perekat keramik (tile adhesive) maka keramik tidak perlu direndam terlebih dahulu.
  7. Cek adukan pasangan keramik yang digunakan,apakah campuran air sesuai dengan yang dipersyaratkan, apakah adukan sudah tercampur rata dan homogen, dan tidak ada adukan yang menggumpal.
  8. Buat kepalaan keramik 2 arah dengan bantuan tarikan benang & spacer / pembuat jarak nat, cek dengan menggunakan theodolit.
  9. Kepalaan Pasangan Keramik
    Kepalaan Pasangan Keramik
  10. Perekat keramik / adukan spesi digelar pada permukaan yang akan dipasang keramik menggunakan trowel  setiap 1 m2 agar adukan spesi tidak terlanjur kering sebelum keramik dipasang.
  11. Pasang keramik & diketok dengan palu karet (untuk memadatkan spesi), buang kelebihan adukan / tile adhesive yg keluar menggunakan spon / kain basah secepatnya sebelum kering.
  12. Pastikan keramik tidak diinjak selama 24 jam pertama, pasang rambu-rambu dan marka agar tidak ada yang melewati area yang baru selesai dipasang keramik lantai.
  13. Cek kondisi permukaan keramik lantai untuk memastikan keramik lantai bebas dari retak dan goresan, serta ketuk permukaan keramik untuk memastikan tidak ada adukan spesi yang kosong atau kopong. 
  14. Dilakukan grouting nat keramik minimum 24 jam setelah selesai pemasangan keramik, tetapi idealnya grouting dilakukan setelah 1 minggu agar perbaikan kerusakan keramik dan pengecekan dapat dilakukan terlebih dahulu.
Demikianlah ulasan rumahmaterial.com tentang Metode Pemasangan Keramik Lantai, semoga bermanfaat bagi anda...!

Back To Top