Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

14 Masalah Pengecatan Dinding Yang Sering Terjadi

Untuk mendapatkan hasil pekerjaan finishing cat dinding yang berkualitas kita harus melaksanakan pekerjaan pengecatan sesuai langkah-langkah yang pernah kami uraikan dalam 11 Tips Pekerjaan Pengecatan Dinding Yang Benar.

Secara umum terdapat 14 masalah pengecatan dinding yang sering terjadi jika kita tidak melakukan pekerjaan pengecatan sesuai dengan prosedur yang benar.

Cat Menggelembung Salah Satu Masalah Pengecatan Dinding
Cat Menggelembung Salah Satu Masalah Pengecatan Dinding
  1. Cat menggelembung (blistering), dapat disebabkan zat pelarut dalam cat yang dapat menguap terperangkap di bawah lapisan cat, karena pengecatan pada permukaan dinding yang basah, atau langsung terkena terik matahari saat pengecatan.
  2. Cat mengelupas (flaking), dapat disebabkan pengecatan pada permukaan kotor atau berminyak sehingga mengurangi daya lekatnya,penggunaan cat dasar yang tidak cocok dengan produk cat yang digunakan atau dapat juga karena pengecatan dilakukan di atas lapisan cat lama yang sudah mengapur.
  3. Perubahan warna cat (discoloration), dapat disebabkan serangan asam, serangan garam alkali, mencuci dengan sabun atau larutan pembersih yang tidak sesuai, atau karena terkena terik matahari dalam jangka waktu lama.
  4. Penumpukan kristal putih (efflorescence), dapat disebabkan larutan alkali yang dapat merusak lapisan cat.
  5. Daya tutup cat berkurang (poor opacity), dapat disebabkan oleh proses pengecatan yang kurang merata atau bisa juga karena pengenceran cat yang berlebihan dan pengadukan yang kurang baik.
  6. Cat kurang mengkilap (loss of gloss), disebabkan oleh pekerjaan pengecatan dilakukan di atas permukaan yang mengandung minyak, permukaan yang lembab, permukaan tanpa cat dasar, atau bisa juga karena cat sudah kadaluarsa. 
  7. Cat tidak bisa menempel (cissing), dapat disebabkan permukaan bidang yang akan dicat mengandung minyak atau bisa juga karena cat berbahan dasar air dilapis di atas cat berbahan dasar minyak. 
  8. Cat sulit mengering (drying troubles), dapat disebabkan karena pengecatan dilakukan pada kondisi udara yang lembab, pada permukaan yang kotor/berdebu atau mengandung minyak, atau bisa juga karena pemakaian pengencer yang tidak cocok untuk produk cat yang digunakan.
  9. Penyabunan (saponification), disebabkan oleh serangan alkali yang kuat pada lapisan cat dengan bahan dasar minyak atau bisa juga karena cat yang terlalu kental atau terlalu encer.
  10. Hasil pengecatan berbintik / berbutir (bittiness), dapat disebabkan karena lapisan cat yang sudah kering ikut tercampur dalam cat dan diaduk, atau dapat juga karena cat yang sudah kadaluarsa sehingga tidak elastis.
  11. Hasil pengecatan retak-retak (cracking), dapat disebabkan oleh pengecatan yang dilakukan di atas cat dasar yang belum kering.
  12. Hasil pengecatan menurun pada beberapa tempat (sagging), dapat disebabkan oleh pelaksanaan pekerjaan pengecatan yang tidak merata sehingga tebal lapisan tidak sama.
  13. Hasil pengecatan terdapat garis-garis kuas (brushmark), dapat disebabkan oleh pemakaian cat yang terlalu kental atau pengecatan menggunakan kuas yang kotor / menggumpal.
  14. Hasil pengecatan belang, dapat disebabkan oleh pelaksanaan pekerjaan pengecatan pada dinding yang masih lembab, permukaan dinding mengandung alkali, atau bisa juga karena dilakukan pengecatan ulang secara setempat tidak seluruh bidang dengan jangka waktu lebih dari 1 minggu.
Back To Top