Beton Readymix: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Penggunaannya dalam Konstruksi

Cor Beton Readymix 

Rumahmaterial.com - Beton merupakan salah satu material paling penting dalam pekerjaan konstruksi, khususnya untuk membuat struktur beton bertulang seperti pondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai, hingga berbagai elemen struktur lainnya.

Berdasarkan proses pembuatannya, beton yang digunakan di proyek secara umum dapat dibedakan menjadi beton site mix dan beton readymix.

Beton site mix dibuat langsung di lokasi proyek menggunakan material seperti semen, pasir, agregat kasar atau split, dan air yang dicampur menggunakan concrete mixer. 

Sementara itu, beton readymix diproduksi di batching plant dengan pengendalian komposisi dan mutu yang lebih terukur, kemudian dikirim ke lokasi proyek menggunakan truck mixer.

Penggunaan beton readymix semakin banyak ditemukan pada proyek rumah, gedung, jalan, gudang, pabrik, hingga proyek infrastruktur karena proses pengecorannya dapat berlangsung lebih cepat dan praktis.

Lalu, apa sebenarnya beton readymix? Apa kelebihan dan kekurangannya dibandingkan beton site mix? Dan kapan sebaiknya menggunakan beton readymix?

Apa Itu Beton Readymix?

Beton readymix adalah beton yang diproduksi di batching plant sesuai mutu dan spesifikasi yang dibutuhkan, kemudian dikirim ke lokasi proyek dalam kondisi siap digunakan untuk pekerjaan pengecoran.

Material pembentuk beton seperti semen, agregat halus, agregat kasar, air, dan bahan tambahan tertentu ditakar berdasarkan mix design yang telah ditentukan.

Setelah proses pencampuran dilakukan, beton kemudian diangkut menggunakan truck mixer menuju lokasi proyek.

Karena proses produksinya dilakukan secara terpusat, pengendalian material dan komposisi campuran beton dapat dilakukan dengan lebih konsisten dibandingkan pencampuran secara manual di lapangan.

Beton readymix biasanya dipesan berdasarkan mutu beton dan volume yang dibutuhkan, misalnya beton mutu fc' 20 MPa, fc' 25 MPa, fc' 30 MPa, dan seterusnya, dengan volume dalam satuan meter kubik (m³).

Perbedaan Beton Readymix dan Beton Site Mix

Perbedaan paling mendasar antara beton readymix dan site mix terletak pada tempat dan proses pembuatannya.

Beton site mix dibuat langsung di lokasi proyek. Semen, pasir, split, dan air ditakar kemudian dicampurkan menggunakan concrete mixer.

Sedangkan beton readymix dibuat di batching plant beton readymix dan dikirim ke proyek menggunakan truck mixer.

Perbedaan tersebut membuat kedua metode mempunyai karakteristik yang berbeda.

FaktorBeton ReadymixBeton Site Mix
Lokasi produksiBatching plantLokasi proyek
PengangkutanTruck mixerMaterial dibawa ke proyek
Kecepatan pengecoranRelatif cepatLebih lambat
Kebutuhan tenaga kerjaLebih sedikitLebih banyak
Konsistensi mutuLebih mudah dikontrolSangat bergantung pelaksanaan
Volume besarSangat sesuaiKurang efisien
Volume kecilBisa menggunakan minimixLebih fleksibel
Ketergantungan lokasiBergantung batching plantRelatif lebih fleksibel

Dengan demikian, pemilihan antara beton readymix dan site mix sebaiknya disesuaikan dengan volume pekerjaan, lokasi proyek, target waktu pengecoran, mutu beton, akses kendaraan, dan biaya proyek.

Kelebihan Beton Readymix

Beton readymix memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya banyak digunakan pada proyek konstruksi.

1. Proses Pengadaan Material Lebih Praktis

Salah satu keuntungan utama beton readymix adalah proses pengadaan yang relatif sederhana. Kontraktor tidak perlu mendatangkan dan menyimpan semen, pasir, split, serta mengatur proses pencampuran beton di lapangan dalam jumlah besar. Cukup menentukan:

  • Mutu beton yang dibutuhkan
  • Volume beton
  • Jadwal pengecoran
  • Lokasi proyek
  • Jenis layanan pengiriman yang diperlukan

Supplier kemudian menyiapkan beton sesuai pesanan dan mengirimkannya menggunakan truck mixer. Hal ini tentu sangat membantu terutama pada pekerjaan pengecoran dengan volume besar.

2. Pekerjaan Pengecoran Lebih Cepat

Beton readymix sudah diproduksi sebelum tiba di lokasi proyek sehingga proses pengecoran dapat dilakukan lebih cepat.

Pada saat beton datang, pekerja dapat langsung melakukan proses placing, spreading, dan compaction sesuai metode pengecoran yang digunakan.

Keuntungan ini sangat terasa pada pekerjaan seperti pengecoran pelat lantai, jalan beton, pondasi, pile cap, balok, dan kolom dalam jumlah besar.

3. Kebutuhan Tenaga Kerja Lebih Sedikit

Pada beton site mix, tenaga kerja harus menangani berbagai pekerjaan mulai dari menyiapkan material, menakar campuran, memasukkan material ke mixer, hingga memindahkan beton ke lokasi pengecoran.

Pada beton readymix, proses tersebut sebagian besar dilakukan di batching plant.

Tenaga kerja di proyek dapat lebih fokus pada pekerjaan pengecoran, pemadatan, finishing, dan pengendalian kualitas.

4. Konsistensi Mutu Lebih Mudah Dikontrol

Beton readymix diproduksi berdasarkan komposisi campuran atau mix design yang telah ditentukan. Material yang digunakan juga dapat melalui proses pengendalian kualitas sehingga konsistensi campuran lebih mudah dipertahankan.

Namun perlu dipahami bahwa penggunaan readymix bukan berarti mutu beton otomatis pasti sesuai spesifikasi.

Pengendalian di lapangan tetap diperlukan, termasuk pemeriksaan slump, pembuatan benda uji beton bila dipersyaratkan, pengawasan proses pengecoran, dan pemadatan beton.

5. Cocok untuk Pekerjaan Beton dalam Volume Besar

Untuk pekerjaan dengan kebutuhan beton puluhan hingga ratusan meter kubik, penggunaan readymix biasanya jauh lebih praktis dibandingkan membuat beton sendiri di lokasi.

Bayangkan jika proyek membutuhkan 100 m³ beton. Jika seluruh beton dibuat menggunakan site mix, kontraktor harus menyiapkan material dalam jumlah besar sekaligus menyediakan tenaga kerja dan waktu untuk proses produksinya.

Dengan readymix, beton dapat dikirim secara bertahap sesuai jadwal pengecoran.

6. Memungkinkan Penggunaan Beton Mutu Tinggi

Beton dengan spesifikasi tertentu, terutama beton mutu tinggi, membutuhkan pengendalian material, mix design, penakaran, pencampuran, dan pengujian yang lebih ketat.

Karena batching plant memiliki peralatan dan sistem pengendalian yang lebih terstruktur, penggunaan readymix dapat memudahkan produksi beton dengan mutu dan spesifikasi tertentu.

Kekurangan Beton Readymix

Meskipun praktis, beton readymix juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu dipertimbangkan.

1. Harga Beton per m³ Lebih Tinggi

Jika hanya membandingkan harga material beton per meter kubik, beton readymix umumnya memiliki harga yang lebih tinggi dibandingkan biaya material untuk membuat beton site mix.

Namun perbandingan biaya sebaiknya tidak hanya melihat harga beton readymix per m³. Tetapi perhitungkan juga:

  • Biaya tenaga kerja
  • Biaya concrete mixer
  • Biaya penyimpanan material
  • Waktu pengerjaan
  • Biaya pemindahan material
  • Risiko material terbuang
  • Biaya pengawasan dan pengendalian mutu

Untuk proyek dengan volume besar, penggunaan readymix dapat menjadi lebih efisien jika seluruh komponen biaya tersebut diperhitungkan.

2. Bergantung pada Ketersediaan Batching Plant

Beton readymix membutuhkan supplier atau batching plant yang mampu melayani lokasi proyek.

Jika proyek berada jauh dari batching plant, waktu perjalanan truck mixer menjadi lebih panjang. Hal ini perlu diperhitungkan karena beton mempunyai batas waktu pengiriman dan penanganan yang harus diperhatikan.

Karena itu, sebelum melakukan pemesanan sebaiknya kontraktor memastikan kapasitas produksi batching plant, jarak pengiriman, kondisi lalu lintas, serta jadwal pengiriman.

3. Membutuhkan Akses untuk Truck Mixer

Truck mixer memiliki ukuran yang cukup besar sehingga membutuhkan akses jalan yang memadai.

Pada proyek di jalan sempit, kawasan perumahan padat, gang, atau lokasi dengan keterbatasan akses kendaraan, penggunaan truck mixer standar dapat menjadi masalah.

Untuk kondisi tersebut, beberapa supplier menyediakan layanan minimix.

Apa Itu Beton Minimix?

Beton minimix merupakan layanan pengiriman beton menggunakan truck mixer berukuran lebih kecil yang dirancang untuk menjangkau lokasi yang sulit dilalui truck mixer standar.

Minimix dapat menjadi alternatif untuk pekerjaan pengecoran dengan volume relatif kecil maupun proyek yang mempunyai akses jalan terbatas.

Misalnya untuk pekerjaan:

  • Pengecoran rumah tinggal
  • Pondasi
  • Dak beton
  • Jalan beton
  • Area perumahan
  • Renovasi bangunan

Namun, kapasitas truck mixer mini biasanya lebih kecil dan biaya pengiriman per meter kubiknya dapat lebih tinggi dibandingkan pengiriman menggunakan truck mixer standar.

Karena itu, pemilihan minimix perlu mempertimbangkan volume beton, akses lokasi, dan biaya total pekerjaan.

Concrete Pump untuk Pengecoran Beton Readymix

Pada proyek tertentu, truck mixer tidak dapat mendekati langsung lokasi pengecoran. Misalnya pengecoran dilakukan di lantai atas gedung atau lokasi yang cukup jauh dari posisi truck mixer.

Dalam kondisi tersebut dapat digunakan concrete pump atau pompa beton.

Concrete pump berfungsi memindahkan beton dari truck mixer menuju titik pengecoran melalui sistem pompa dan pipa.

Penggunaan concrete pump dapat mempercepat proses pengecoran sekaligus mengurangi pekerjaan pemindahan beton secara manual.

Jenis Concrete Pump yang Sering Digunakan

Beberapa jenis pompa beton yang umum digunakan dalam pekerjaan konstruksi antara lain:

1. Concrete Pump Standar

Concrete pump standar biasanya digunakan untuk pekerjaan pengecoran bangunan dengan kebutuhan jangkauan yang relatif dekat.

Jangkauan aktualnya tergantung jenis unit, konfigurasi boom, kondisi proyek, dan spesifikasi alat yang digunakan.

2. Long Boom Pump

Long boom pump mempunyai boom yang lebih panjang sehingga dapat menjangkau area pengecoran yang lebih jauh atau lebih tinggi.

Jenis pompa ini banyak digunakan pada proyek gedung, gudang, pabrik, dan pekerjaan struktur dengan area pengecoran yang sulit dijangkau langsung oleh truck mixer.

3. Pompa Kodok atau Portable Concrete Pump

Pompa kodok atau portable concrete pump memiliki bentuk yang lebih kompak dan menggunakan sistem perpipaan untuk mengalirkan beton menuju lokasi pengecoran.

Dengan penambahan pipa, beton dapat dialirkan ke lokasi yang cukup jauh dari posisi pompa.

Jangkauan aktual sangat bergantung pada spesifikasi pompa, diameter dan panjang pipa, jumlah belokan, elevasi, serta karakteristik beton yang digunakan.

Apa yang Harus Diperhatikan Saat Memesan Beton Readymix?

Agar proses pengecoran berjalan lancar, pemesanan beton readymix sebaiknya dilakukan dengan perencanaan yang matang.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

1. Tentukan mutu beton

Pastikan mutu beton sesuai dengan gambar struktur, spesifikasi teknis, dan perhitungan struktur.

2. Hitung volume beton

Hitung kebutuhan beton dalam satuan m³ dan tambahkan allowance yang wajar sesuai kondisi pekerjaan.

3. Periksa akses proyek

Pastikan truck mixer dapat masuk dan mempunyai ruang yang cukup untuk bermanuver.

4. Tentukan kebutuhan concrete pump

Jika titik pengecoran tidak dapat dijangkau langsung oleh truck mixer, siapkan concrete pump sesuai kebutuhan.

5. Atur jadwal pengiriman

Pengiriman beton perlu dikoordinasikan agar truck mixer dapat datang secara berurutan dan tidak terjadi antrean terlalu lama.

6. Siapkan tenaga kerja dan alat

Sebelum beton datang, area pengecoran harus sudah siap termasuk bekisting, tulangan, alat pemadat beton, tenaga kerja, dan peralatan keselamatan.

Kesimpulan

Beton readymix merupakan solusi praktis untuk pekerjaan konstruksi yang membutuhkan beton dengan volume cukup besar dan mutu yang terkontrol.

Dibandingkan beton site mix, readymix menawarkan beberapa keuntungan seperti proses pengadaan yang lebih praktis, waktu pengecoran lebih cepat, kebutuhan tenaga kerja lebih sedikit, serta konsistensi mutu yang lebih mudah dikendalikan.

Namun, beton readymix juga memiliki beberapa keterbatasan. Penggunaannya bergantung pada ketersediaan batching plant, akses truck mixer, jarak pengiriman, serta biaya yang umumnya lebih tinggi jika hanya dibandingkan berdasarkan harga material per m³.

Untuk proyek dengan akses terbatas atau kebutuhan beton dalam volume kecil, minimix dapat menjadi alternatif. Sementara itu, penggunaan concrete pump dapat membantu memindahkan beton ke lokasi pengecoran yang jauh, tinggi, atau sulit dijangkau langsung oleh truck mixer.

Pada akhirnya, pemilihan antara beton readymix dan beton site mix sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan proyek secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan harga material beton per meter kubik.

Posting Komentar untuk "Beton Readymix: Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Penggunaannya dalam Konstruksi"