Rumah Material

Info Produk Material Bahan Bangunan

Seri Membuat RAB (1) Pendahuluan

Dalam pembangunan rumah tinggal maupun jenis bangunan lain, setelah kita mendapatkan desain arsitektur yang cocok, dihitung perencanaan strukturnya, setelah itu kita harus menghitung berapa biaya yang diperlukan untuk pembangunannya.

Untuk perhitungan biaya pembangunan, kita dapat membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang berisi item pekerjaan, volume dan harga satuan masing-masing pekerjaan.

Mulai posting ini rumahmaterial.com akan mencoba memberikan contoh dan panduan membuat RAB untuk pembangunan bangunan gedung, rumah tinggal, maupun jenis bangunan yang lain.

Seri Membuat RAB (1) Pendahuluan

Secara umum dalam membuat RAB ada beberapa langkah yang dapat kita lakukan : 
  1. Membagi item pekerjaan sesuai lingkupnya 
  2. Menghitung volume masing-masing pekerjaan. 
  3. Menganalisa harga satuan masing-masing pekerjaan yang merupakan penjumlahan dari komponen bahan, peralatan, dan upah. 
Umumnya pembuatan RAB menggunakan program MS Excel untuk memudahkan dalam perhitungannya, meskipun program office worksheet lain juga dapat digunakan. 

Biasanya lingkup pekerjaan dalam suatu proyek pembangunan dibagi dalam beberapa bagian besar (yang tidak semua ada di setiap proyek) antara lain: 
  1. Pekerjaan Persiapan, misalnya mobilisasi dan demobilisasi material dan alat, direksi keet kontraktor, gudang dan bedeng pekerja, air kerja, listrik kerja, pengukuran dan boplank. 
  2. Pekerjaan Tanah, misalnya pekerjaan galian tanah, urugan, dan pemadatan tanah dasar, pembuangan tanah sisa galian. 
  3. Pekerjaan Pondasi, misalnya pekerjaan pondasi tiang pancang, pondasi batu kali, pondasi beton, pile cap dan tie beam / sloof beton.
  4. Pekerjaan Struktur, misalnya struktur kolom, balok, pelat lantai, serta struktur atap. Baik menggunakan struktur beton, kayu, maupun baja.
  5. Pekerjaan Arsitektur, misalnya pekerjaan penutup atap, dinding, pintu dan jendela, facade (tampak luar bangunan), plafond dan partisi, penutup dinding dan lantai, finishing dan pengecatan, sanitary. 
  6. Pekerjaan Plumbing, misalnya pompa-pompa, instalasi air bersih, air kotor, dan air hujan, water tank (ground tank dan roof tank), septic tank, pengolahan limbah / STP (sewage treatment plant).
  7. Pekerjaan Elektrikal, misalnya genset, trafo, panel listrik, instalasi listrik, lampu-lampu, saklar dan stop kontak 
  8. Pekerjaan Elektronik, misalnya instalasi dan outlet telepon dan data, fire alarm, car call, MATV, CCTV. 
  9. Pekerjaan Tata Udara, misalnya instalasi ducting, unit AC. 
  10. Pekerjaan Pemadam Kebakaran, misalnya pompa-pompa, instalasi pipa pemadam, hydrant pilar dan hydrant box, sprinkler.
  11. Pekerjaan Transportasi Vertikal, misalnya lift atau elevator dan escalator.
  12. Pekerjaan Lansekap, misalnya taman, pohon-pohonan.
  13. Pekerjaan Infrastruktur, misalnya jalan, area parkir, saluran drainase. 
Penjelasan masing-masing bagian akan dibahas lebih lanjut pada postingan selanjutnya…

Back To Top